JK Sebut Pencatut Nama Presiden Orang yang Congkak

Dheri Agriesta    •    Kamis, 03 Dec 2015 13:29 WIB
pencatut nama presiden
JK Sebut Pencatut Nama Presiden Orang yang Congkak
Setya Novanto, Jokowi, dan JK----Ant/Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memperdengarkan rekaman utuh antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Muhammad Riza Chalid, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dalam sidang MKD, semalam. Rekaman berdurasi dua jam tersebut mempertontonkan keserakahan penguasa.

Hal itu membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla geram. Politikus senior Golkar itu menyebut tindakan mereka yang mencatut nama presiden dan wapres, congkak.

"Kalau kita lihat tragisme semalam?, dengan congkaknya katakan semua dapat dikuasai," kata JK di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2015).

JK heran, masih banyak yang berani melakukan tindakan korupsi meski upaya pemberantasan korupsi telah dilakukan sedari lama. Ia mengatakan, setidaknya ada sembilan menteri yang ditangkap terkait kasus korupsi. Tak hanya menteri, ada juga 19 gubernur dan kepala daerah yang masuk bui karena kasus korupsi.

"Tetap banyak yang berani walau banyak yang masuk penjara," tambah dia.

Di sisi lain, ada kepala daerah yang takut untuk mengambil keputusan penting demi pembangunan karena takut dianggap korupsi. Ketakutan itu menyebabkan keterlambatan terhadap pembangunan di berbagai sektor.


Sidang MKD (MI.Susanto)

Kemarin, MKD memutar rekaman utuh bukti dugaan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak M. Reza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Percakapan direkam saat ketiganya bertemu di Pacific Place di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Juli.

Rekaman itu merupakan bukti yang diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said. terkait laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Pemutaran rekaman itu dimulai sejak pukul 19.27 WIB hingga pukul 20.44 WIB. Bukan hanya presiden dan wakil presiden, ternyata banyak nama tokoh yang `dijual`. Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan paling disebut, sampai 66 kali.

Ikut pula diseret-seret Menteri ESDM Sudirman Said, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Deputi Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo.


(TII)

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

2 hours Ago

Setelah vonis 15 tahun terhadap Setya Novanto diketuk, KPK diminta untuk segera mengungkap nama…

BERITA LAINNYA