Ruang Suara, Pertemuan Ensemble Modern dengan Komposer Indonesia

Putu Radar Bahurekso    •    Kamis, 03 Dec 2015 14:40 WIB
kultur
Ruang Suara, Pertemuan Ensemble Modern dengan Komposer Indonesia
Pertunjukan Ruang Suara (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)

Metrotvnews.com, Jakarta: Usai dipentaskan di Frankfurt, Ruang Suara akan dipertunjukkan di Indonesia.

Ruang Suara merupakan proyek pertunjukan kolaborasi antara Ensemble Modern asal Frankfurt, Jerman, dengan para komposer asal Indonesia. Proyek kolaborasi ini diadakan sebagai bagian dari Jerman Fest.

"Indonesia memiliki tradisi yang kaya, terutama dalam bidang tarian dan musik yang sering kali hanya dikenali oleh segelintir penikmat seni di luar sana. Kesempatan-kesempatan untuk mengadakan kolaborasi artistik antara seniman Indonesia dan Frankfurt sangat penting bagi kami," ujar Direktur Goethe-Institut Indonesien Heinrich Blomeke, di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2015).

Ensemble Modern merupakan salah satu ansambel solois yang terkemuka di dunia untuk musik klasik kontemporer. Pertemuan dengan komposer-komposer muda Indonesia ini mendorong rasa ingin tahu yang kemudian membuat mereka saling bereksplorasi terhadap instrumen barat dan Indonesia, juga keberagaman notasi yang ditimbulkan.

Dalam kolaborasi ini terdapat delapan orang komposer Indonesia yang berasal dari wilayah-wilayah berbeda dan menampilkan pertunjukan berbeda dengan latar mereka masing-masing, yang digabungkan dengan alat musik barat.

"Dengan menggabungkan komposer Indonesia yang mengerti dan paham musik tradisional, kita membentuk sebuah pertunjukan musik kontemporer yang menarik," ucap Roland Diry, perwakilan Ensemble Modern.

Kedelapan komposer asal Indonesia tersebut adalah Taufik A. Adam, Dewa Ketut Alit, M.Arham Aryadi, Ris Banbos, Gatot Danar Sulistiyanto, Stevie Jonathan Sutanto, Gema Swaratyagita, dan Joko Winarko.

Ruang Suara sudah dipentaskan di Frankfurt pada 6 dan 7 Oktober 2015, kemudian akan ditampilkan di Komunitas Salihara (Jakarta) pada 2 Desember, ISI Yogyakarta pada 4 Desember, dan Selasar Sunaryo (Bandung) pada 6 Desember 2015.


(ROS)