Masih Jadi Sasaran Empuk, Ini Cara Dirjen Bea Cukai Berantas Produk Ilegal

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 03 Dec 2015 14:56 WIB
produk ilegalbkpm
Masih Jadi Sasaran Empuk, Ini Cara Dirjen Bea Cukai Berantas Produk Ilegal
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengakui Indonesia masih menjadi sasaran utama memasukkan produk-produk ilegal, seperti baju bekas dan barang-barang elektronik.

Menurut Heru, informasi produk-produk ilegal yang mudah masuk ke Indonesia didapatkan dari Badan Intelejen Negara (BIN). BIN melihat banyak kapal-kapal pengangkut produk ilegal yang besandar di Singapura, di mana setelah ada celah langsung ke Indonesia.

"Info dari BIN banyak sekali kontainer menunggu di Singapura, untuk cari celah masuk ke Indonesia. Jelas pemerintah tidak akan mentolerir kegiatan yang bersifat ilegal," urainya, ditemui di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (3/12/2015).

‎Untuk mengantisipasi itu, Heru sudah menjalankan berbagai cara agar produk ilegal tersebut tidak masuk ke Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan dengan cara menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan kementerian maupun lembaga terkait, agar produk ilegal dimusnahkan, dan industri nasional didorong dengan kuat.

"Banyak aksi impor yang tidak benar melalui pelabuhan utama dan kecil. Kedua pelabuhan ini menggerus industri nasional," jelasnya.

Belum lama ini, dia menekankan, Bea Cukai berhasil mengagalkan masuknya satu kapal yang membawa produk ilegal berupa pakaian bekas. Penangkapan yang dilakukan terjadi di daerah Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Tujuan kapal itu sebenarnya ke Jawa. Kalau itu sudah masuk ke pulau Jawa, maka industri yang sedang digenjot pemerintah, pastinya akan mengalami penurunan," ‎tutup Heru.


(AHL)