Penyebutan Mega dalam Rekaman "Papa Minta Saham" Tidak Substantif

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 03 Dec 2015 15:01 WIB
pencatut nama presiden
Penyebutan Mega dalam Rekaman
Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disebut dalam bukti rekaman percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid dan petinggi PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin. Penyebutan itu dinilai bukan sebuah masalah besar. Pasalnya, penyebutan nama Megawati tersebut tidak ada kaitannya dengan permintaan saham PT Freeport Indonesia.

"Itu obrol biasa saja, sebut nama-nama terus bercerita. Penyebutan nama Bu Mega tidak ada kaitan dengan substansi yang dibicarakan (permintaan saham Freeport," kata anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu kepada Metrotvnews.com, Kamis (3/12/2015).

Menurut dia, penyebutan nama Mega hanya muncul dalam pembicaraan selintas antara Setya Novanto, Riza Chalid dan Maroef Sjamsuddin. Lagi pula, kata Masinton, banyak nama tokoh lain yang disebutkan. Bukan hanya Megawati.

"Nama Bu Mega tidak ada substansinya. Mereka itu kumpul bercerita ngalur ngidul nyebut nama si anu, itu, ini, itu. Kan bukan hanya Ibu Mega, ada Prabowo juga. Dalam kongkow, kongkow biasa saja," kata Masinton.

Masinton menegaskan, tidak ada pencemaran nama baik dengan disebutkannya nama Mega dalam rekaman tersebut. "Jadi tidak ada masalah, tidak ada yang dicemarkan di situ," tegas dia.

Dalam bukti rekaman pembicaraan yang diduga antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid dan petinggi PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsuddin bermunculan nama-bama berbagai tokoh.

Megawati Soekarnoputri disebut tujuh kali, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto lima kali, dan mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa tujuh kali. Yang paling banyak disebut namanya adalah Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan: sebanyak 66 kali.


(DOR)