BKPM Usul Industri Tekstil dan Sepatu Dapat Insentif

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 03 Dec 2015 15:10 WIB
industri tekstil
BKPM Usul Industri Tekstil dan Sepatu Dapat Insentif
Kepala BKPM Franky Sibarani (MI/ARYA MANGGALA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan usulan agar sektor industri tekstil dan sepatu diberi insentif tax allowance, dan keringanan Pajak Penghasilan (PPh) 21 sebesar 50 persen. Pemberian insentif itu diperkirakan mendorong kemajuan industri tekstil dan sepatu yang pernah turun akibat pertumbuhan ekonomi yang melambat.

‎Kepala BKPM Franky Sibarani mengaku subsidi dan insentif yang diusulkan itu akan diberikan kepada industri tekstil dan sepatu yang lokasinya berada di Jawa, dengan nilai investasi paling minim sebesar Rp50 miliar.

"Iya diusulkan. Pemerintah memberikan keringanan pembayaran PPh 21 dengan syarat investasi minimal Rp50 miliar. Itu yang akan diberikan," ujar Franky, ditemui di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (3/12/2015).

Untuk mendapatkan keringanan, sambungnya, ada syarat lainnya yang harus dipenuhi seperti mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 5.000 orang, dan persentase ekspornya mencapai 50 persen. 

"5.000 orang minimal, orientasi ekspornya 50 persen. Perusahaan juga wajib miliki list BPJS dan gaji, dengan waktu lima tahun," jelas Franky.

‎Sebagai gambaran, nilai ekspor industri tekstil di 2014 mencapai sebesar USD5,56 miliar, di mana industri sepatu tercatat sebesar USD2,99 miliar. Sementara pertumbuhan industri tekstil pada semester I-2015 meningkat secara signifikan sebesar 613 persen dibanding semester I-2014 yang mencapai Rp759 miliar. 

Sedangkan industri sepatu di semester I-2015 meningkat 58 persen bila dibanding semester I-2014 atau mencapai Rp3,88 triliun‎.


(ABD)