Merger dan Akusisi, Perusahaan Bakal Jadi Tren di MEA

Husen Miftahudin    •    Kamis, 03 Dec 2015 16:14 WIB
mea 2015
Merger dan Akusisi, Perusahaan Bakal Jadi Tren di MEA
Pengamat Ekonomi Firmanzah (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang diberlakukan awal tahun depan akan menjadi ladang bisnis bagi perusahaan lokal dan regional. Pangsa pasar yang terbuka menjadi hal menggiurkan para pebisnis untuk meraup omzet dan keuntungan yang berlipat.

Pengamat Ekonomi Firmanzah mengatakan, saat efektif diberlakukan, MEA akan memunculkan tren baru di dunia bisnis. Diprediksi dalam waktu 5-10 tahun mendatang, merger dan akuisisi antarperusahaan dari negara-negara MEA akan menjadi tren.

"Tidak hanya investasi buka pabrik, merger dan akuisisi akan menjadi tren di MEA nanti. Contohnya, CIMB akan mencaplok Bank Niaga agar bisa raup pangsa pasar besar," ujar Firmanzah, dalam 'Customer Gathering dan Talkshow Kolaborasi Dunia Usaha Menghadapi Tantangan Ekonomi 2016 dan Kerja Sama Perdagangan Bebas ASEAN', di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (3/12/2015).

Ia menambahkan, selain tren merger dan akuisisi, banyak perusahaan yang nantinya juga akan mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Perusahaan-perusahaan tersebut mencari SDM yang handal meski berasal dari luar negeri.

"Kemudian perusahaan Indonesia cari manager tak hanya dari perguruan tinggi lokal tapi dari Malaysia, Singapura, dan Thailand. Mereka juga sama tak hanya ambil dari negara mereka, tapi juga dari Indonesia," papar dia.

Namun begitu, ia meyakini, hal tersebut malah membuat bagian yang bergerak di pengelolaan SDM seperti Human Resource Development (HRD) di suatu perusahaan akan kelabakan. "Yang bergerak di SDM repot hadapi MEA. Bagaimana proteksi pegawai dengan keahlian yang unik, tentunya dengan tawaran lebih banyak lagi (dari negara lain)," pungkas Firmanzah.


(ABD)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

1 hour Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA