Driver Go-Jek Diwajibkan Bayar Sewa Jaket dan Helm

Amaluddin    •    Kamis, 03 Dec 2015 16:42 WIB
gojek driver
Driver Go-Jek Diwajibkan Bayar Sewa Jaket dan Helm
Driver Go-Jek konvoi menuju markas Go-Jek di Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Nur Arifin, driver Go-Jek asal Sidoarjo, Jawa Timur, mengaku wajib membayar uang sewa jaket dan helm sejak Mei 2015. Bila tidak membayar, manajemen Go-Jek akan memotong honor sebagai pembayaran uang sewa. 

Nur Arifin mengaku ia wajib membayar Rp10 ribu setiap hari kepada manajemen. Rinciannya Rp5 ribu untuk menyewa jaket, sisanya untuk helm.

"Anehnya, kenapa ada driver lain yang bebas biaya," ungkap Nur Arifin dalam aksi driver Go-Jek di kantor manajemen yang bermarkas di Jalan Tidar, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (3/12/2015).

Sementara itu, Muhammad Ardian, driver asal Banyuurip Sawahan, mengaku tak membayar apapun kepada manajemen. Sejak bergabung sebagai driver pada Mei 2015, ia tak mendapat kewajiban untuk membayar jaket dan helm.

"Di dalam kontrak sudah sangat jelas, fasilitas jaket dan helm itu dipinjamkan, bukan disewakan," ujar Ardian di lokasi aksi.

Ardian mengaku mengetahui kebijakan soal sewa jaket dan helm dari teman seperjuangannya sebagai rekanan di perusahaan angkutan ojek berbasis teknologi online itu. Lantaran itu, ia mendorong perusahaan menjelaskan soal kebijakan tersebut.

Koordinator aksi, Hendraven, tak hanya mengungkapkan hal yang sama. Driver pun mengalami kesulitan saat mengajukan pengunduran diri atau mengambil jaminan seperti BPKB dan ijazah. 

"Pokoknya ada yang tak beres dengan Go-Jek," ungkap Hendraven.

Hingga berita ini dimuat, ribuan driver menduduki Kantor Go-Jek cabang Surabaya. Mereka menuntut manajemen menjelaskan sejumlah masalah yang menimpa driver. 

Satu di antaranya soal sewa helm dan jaket. Mereka juga mempertanyakan alasan manajemen menerapkan denda pada driver.


(RRN)