Eksekutor Mata-Mata ISIS, Berbahasa Rusia dengan Fasih

Fajar Nugraha    •    Kamis, 03 Dec 2015 17:15 WIB
isis
Eksekutor Mata-Mata ISIS, Berbahasa Rusia dengan Fasih
ISIS kembali melakukan eksekusi mati (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Raqqa: Kelompok militan Islamic State (ISIS) dikabarkan mengeksekusi mati seorang yang diklaimnya sebagai mata-mata Rusia.

Kepastian eksekusi itu ditunjukkan dalam sebuah video yang menunjukkan seorang pria yang berbicara dengan bahasa Rusia, mengaku bekerja sebagai mata-mata Negeri Beruang Merah. Tak lama kemudian, mata-mata dieksekusi.

Dalam video yang tidak bisa dikonfirmasi keasliannya, tampak seorang pria berjanggut berbicara di sebuah kursi.

Pria yang tidak dikenal itu mengatakan bahwa dirinya ada warga etnis Chechen bernama Magomed Khasayev. Dalam rekamannya Khasayev mengaku dikirim ke wilayah yang dikuasai ISIS oleh pihak intelijen Rusia untuk memata-matai anggota ISIS yang berpotensi kembali pulang untuk melakukan penyerangan.

Kemudian adegan dalam video itu berpindah menunjukkan warga Rusia itu berlutut di sebelah anggota ISIS yang bersenjatakan pisau. Algojo itu pun menyebut Presiden Vladimir Putin sebagai "anjing".

"Rusia akan dibunuh terkait serangan udara mereka kepada kami," tutur algojo ISIS itu, dalam video yang dikutip Independent, Kamis (3/12/2015).

"Rezim Bashar Assad membombardir kami sebelum kalian, kemudian juga Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yang pengecut. Yang kalian selama ini hanya membombardir anak-anak, perempuan dan orang tua Muslim," tutur algojo itu dalam bahasa Rusia yang fasih.

Tidak diketahui apakah pelaku eksekusi ini merupakan warga Rusia atau keturunannya. Namun dapat dipastikan algojo itu bisa berbahasa Rusia dengan jelas.

Rusia memulai serangan udara terhadap ISIS di Suriah sejak 30 September 2015. Saat itu dikabarkan bahwa serangan dilakukan atas permintaan dari Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Video dilanjuti dengan pengeboman dari pesawat dari maskapai penerbangan Rusia, pertengahan Oktober lalu. Insiden itu menyebabkan 224 orang tewas.

ISIS mengakut bertanggungjawab dalam serangan itu. Mereka menyebutkan, serangan terhadap pesawat tersebut merupakan bentuk balas dendam mereka terhadap Rusia.
 


(FJR)