Insiden Lamborghini, Kuasa Hukum Wiyang Bantah Mengintimidasi Media

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 03 Dec 2015 18:18 WIB
kecelakaan lalu lintas
Insiden Lamborghini, Kuasa Hukum Wiyang Bantah Mengintimidasi Media
Kuasa hukum Wiyang mengultimatum media massa melalui iklan yang diterbitkan Kamis (3/12/2015). Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Surabaya: Amoz HZ Taka, kuasa hukum Wiyang Lautner, pengemudi Lamborghini, membantah memberikan ultimatum atau intimidasi melalui pengumuman terhadap media massa dan media sosial. Tuduhan itu mengemuka setelah dalam redaksional pengumuman di sebuah media massa, ada nada ancaman yang terlontar.

“Kami mengimbau/mengingatkan kepada media cetak, media elektronik (termasuk pengguna sosial media) masyarakat (perusahaan, individu) untuk tidak memberikan pemberitaan pernyataan yang negatif tanpa didasari bukti-bukti yang kuat, yang dapat merugikan klien kami. Sehingga kami akan menempuh jalur hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” demikian tertulis di pengumuman. 

Dalam pengumuman itu, frasa 'mengimbau/mengingatkan', 'media cetak', dan 'media elektronik (termasuk pengguna sosial media) masyarakat (perusahaan, individu)' sengaja dicetak tebal.

Mengomentari tudingan itu, Amoz menolak dikatakan melakukan ultimatum. “Kami tidak melakukan ancaman ataupun ultimatum. Kami hanya mengimbau agar memberitakan sesuai fakta yang kuat dan bukti-bukti,” ujar dia, di Surabaya, Kamis (3/12/2015).

Dalam imbauan itu, Amoz mengatakan, maksud menempuh jalur hukum bukanlah merupakan ancaman. Namun, dirinya mengatakan jika dalam hukum positif hal tersebut telah diatur, dan bagi siapa yang melanggar akan ada hukuman sesuai hukum yang berlaku.

“Misalnya soal berita klien kami yang dianggap balapan. Padahal sebenarnya tidak ada dan belum ada buktinya. Misalnya lagi, kalau ada berita yang negatif tanpa disertai bukti yang kuat kan ada hukum positif di UU Pers,” ujarnya.

Pada 29 November, Lamborghini yang dikendarai Wiyang melaju di Jalan Manyar Kertoarjo. Mobil hitam bernomor polisi B 2258 EM itu tiba-tiba menabrak gerobak penjual minuman di pinggir jalan.

Pedagang dan sepasang suami istri yang tengah membeli minuman mental. Pedagang dan seorang warga mengalami luka. Sementara seorang warga lain tewas. Kecelakaan itu juga melukai Wiyang. Warga Jalan Dharmahusada Regency itu pun masih dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Surabaya dan polisi menetapkannya sebagai tersangka.



(UWA)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

1 hour Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA