Polri Akan Turun Tangan di Kasus Novanto, Jika...

Anggitondi Martaon    •    Kamis, 03 Dec 2015 19:24 WIB
pencatut nama presiden
Polri Akan Turun Tangan di Kasus Novanto, Jika...
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti,--Foto: MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian diminta turun tangan terkait kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai perpanjangan kontrak PT Freeport. 

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pihaknya akan turun tangan dalam kasus yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto. Asalkan ditemukan tindak pidana umum dalam kasus tersebut. 

"Kalau Tipidum kita akan turun, tapi kita tunggu MKD mengungkapkan fakta," kata Badrodin saat ditemui di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Polri, lanjut Badrodin, masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen‎ (Jamintel). Hingga saat ini belum dapat dipastikan kasus tersebut masuk dalam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atau Tindak Pidana Umum (Tipidum).

"Artinya melakukan penelitian mencari fakta hukum apakah betul telah terjadi tindak pidana. Kalau betul pidana, pidana apa? Oleh karena itu, Jaksa Agung masih melakukan penelitian," ungkap dia.

Pihaknya juga menilai, kasus tersebut ada kemungkinan PT Freeport Indonesia menjadi korban penipuan. "Bisa saja ini penipuan buat Freeport, kalau merasa dirugikan," terang dia.

Karena itu, diperlukan kerjasama dari perusahaan tambang emas milik Amerika Serikat itu. PT Freeport Indonesia bisa menyampaikan aduan yang menyatakan perusahan dirugikan dalam kasus tersebut.‎

"Kita butuh kerjasama. Kalau Freeport tidak mau, tidak bisa kita tangani. Perlu ada kerja sama. Bagaimana mungkin kalau yang dirugikan sendiri tidak bersedia untuk diungkap," kata Badrodin.


(MBM)