Bursa Buku Terbesar dan Termurah, Kembali Digelar di Malaysia

   •    Kamis, 03 Dec 2015 20:20 WIB
buku murah
Bursa Buku Terbesar dan Termurah, Kembali Digelar di Malaysia
Suasana pembukaan The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale di Mines, Malaysia, dibanjiri pengunjung (Foto: Erwin Setiawan)

Metrotvnews.com, Mines: Para pecinta buku di Malaysia kembali dimanjakan dengan kehadiran The Big Bad Wolf (BBW) Book Sale: sebuah event bursa buku terbesar dan termurah di dunia. Bertempat di Malaysia International Exhibition and Convention Centre (MIECC), Mines, sebanyak 3,5 juta buku dengan ragam tema dijual dengan potongan harga hingga 80 persen.  

Buku segala genre untuk setiap anggota keluarga ada di sini. Mulai dari buku anak-anak, memasak, arsitektur, fiksi, novel, biografi, hobi, serta buku-buku langka dan best seller. Bursa buku ini akan berlangsung pada 4--14 Desember 2015, di mana pada akhir-akhir acara bursa dibuka selama 24 jam penuh.  

BBW Book Sale, memang rutin setiap tahun diadakan di Malaysia. Sejak kehadirannya di 2009, event ini selalu ditunggu para pecinta buku karena harganya yang murah, lengkap dan banyak terdapat judul-judul langka dari karya-karya penulis terkenal. 

Tema yang diusung kali ini cukup unik: “1960 – Bringing Back The Good Old Days.” 

Andrew Yap Managing Director BookXcess, penyelenggara acara ini mengajak para pengunjung merasakan kembali suasana era 60-an, masa di mana membaca buku menjadi momen bersama untuk berekreasi menambah pengetahuan dan wawasan, tanpa harus membayar buku dengan harga yang mahal.    

Respon Pengunjung

Dalam soft opening yang dibuka Kamis 3 Desember, para pengunjung bahkan sudah mengantre sebelum pintu dibuka pukul 09.00 waktu setempat. Mereka datang dari berbagai kalangan, anak-anak, remaja, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga para eksekutif. Sebagian pengunjung bahkan sudah bersiap membawa koper dan tas-tas ukuran besar. 

Salah seorang pengunjung, Hamida, ibu rumah tangga asal Malaysia mengaku selalu menunggu event ini setiap tahun. Ia ingin menambah wawasan baru tentang memasak (cooking) dan berkebun (gardening). Ia merasa dimudahkan untuk mendapatkan buku berkualitas berskala internasional dengan kemasan sampul yang bagus (hard cover)

Sementara itu, Thanisara Ruangdej, wartawan dari sebuah media di Thailand mengaku sudah sering mendengar bursa buku ini dan dirinya tertarik melihat langsung, apalagi setelah mendengar bahwa acara yang sama akan diadakan juga di negaranya.

Apakah bursa buku ini akan masuk ke Indonesia? Jacqueline NG selaku Direktur Eksekutif BBW sangat berharap, tahun depan bursa buku ini bisa dihadirkan di Jakarta dan Bangkok. Menurutnya Indonesia dan Thailand mempunyai kesamaan demografi dengan Malaysia, di mana bahasa utama bukan bahasa Inggris namun minat dan kebiasaan membaca buku berbahasa Inggris di kedua negara Asia ini dinilainya cukup besar. (Erwin Setiawan)
(RIZ)