Kampanye di Pengajian, Istri Calon Wali Kota Solo Dilaporkan ke Panwaslu

Pythag Kurniati    •    Kamis, 03 Dec 2015 22:05 WIB
pilkada serentak
Kampanye di Pengajian, Istri Calon Wali Kota Solo Dilaporkan ke Panwaslu
Panwas Kota Solo memeriksa saksi dan pelapor dugaan pelanggaran kampanye oleh istri salah seorang calon wali kota Solo. Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Solo memeriksa dua pelapor serta dua saksi terkait dugaan kampanye yang dilakukan istri salah satu calon Wali Kota Solo, Anung Indro Susanto. Isteri Anung, Sri Subakti, masih aktif sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemerintah Kota Solo.

Ketua Panwas Kota Solo, Sri Sumantha, memaparkan kronologi berdasarkan keterangan para saksi dan pelapor. “Kali ini Panwaslu mengklarifikasi dugaan pelanggaran yang dilakukan Sri Subakti saat pengajian majelis taklim putri di Masjid Darul Maarif RT 01/12 Pasar Kliwon, Semanggi, Solo pada Senin (30 November ),” kata dia usai pemeriksaan pelapor dan saksi, Kamis (3/12/2015).

Saksi menyebutkan mendapatkan undangan pengajian dari ketua pengajian, Suyatni, yang merupakan ketua KPPS TPS 40 Semanggi. Isteri Anung Indro Susanto, Sri Subakti hadir dalam pengajian tersebut. Oleh panitia pengajian, Sri Subakti diberikan waktu memperkenalkan diri di hadapan majelis taklim putri. “Pada saat itu yang bersangkutan memperkenalkan diri sebagai isteri calon wali kota Solo, Anung Indro Susanto,” kata Sri Sumantha.

Bukan hanya memperkenalkan diri, Sri Subakti juga meminta doa restu serta memberikan beberapa janji seperti akan memberangkatkan anggota majelis putri tamasya dan membelikan seragam jika di TPS 40 perolehan suara Anung mencapai 80 persen.

Usai pemaparan, salah seorang rekan Sri Subakti membagikan brosur berisi visi-misi pasangan calon nomor urut satu, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri. “Dari keterangan, pembagiannya tidak satu per satu namun dengan cara lansiran,” kata Sumantha.

Panwas menilai ada beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan. Pertama, melakukan kampanye di tempat ibadah. Hal tersebut bertentangan dengan UU Nomor 8 Tahun 2015 Pasal 69 huruf i. 
Selain itu, ada dugaan pelanggaran jadwal kampanye yang dilakukan Sri Subakti, sebab hari itu bukan merupakan jadwal kampanye Anung-Fajri. Netralitas kampanye juga menjadi salah satu poin pelanggaran karena yang bersangkutan masih aktif sebagai PNS. “Istri calon wali kota kalau masih aktif (sebagai PNS) tetap tidak diperbolehkan,” kata Sumatha.

Jumat, 4 Desember malam, giliran Sri Subakti yang akan dipanggil Panwaslu untuk klarifikasi. “Setelah klarifikasi dilakukan kami akan gelar rapat dengan kejaksaan dan kepolisian," kata dia.

Salah seorang pelapor, Sri Waluyo, mengatakan pelaporannya tersebut atas inisiatif sendiri. “Ada saksi di sana dan barang bukti berupa brosur juga diserahkan ke Panwaslu. Yang jelas Ibu Anung membagi-bagikan selebaran berisi visi dan misi serta foto Anung-Fajri,” kata dia.

Metrotvnews.com mencoba mengonfirmasi ke Sri Subakti di tempat kerjanya. Salah seorang pegawai mengatakan Sri Subakti tengah melakukan kunjungan kerja ke luar kota.

Pilkada Solo diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut satu, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri yang diusung Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PAN dan PKS. Serta pasangan nomor urut dua, F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo yang diusung PDIP.


(UWA)