Surabaya Penyumbang Tertinggi HIV/AIDS di Jawa Timur

Amaluddin    •    Kamis, 03 Dec 2015 23:04 WIB
aids
Surabaya Penyumbang Tertinggi HIV/AIDS di Jawa Timur
Foto: Ilustrasi/Antara

Metrotvnews.com, Surabaya: Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Surabaya yakni 7.045. Jumlah ini menjadikan Kota Pahlawan itu sebagai penyumbang terbesar ODHA di Jawa Timur.

Dinas Kesehatan Jawa Timur mencatat ada 23.924 ODHA di Jawa Timur per 2015. "Daerah yang melaporkan kasus HIV terbanyak memang Surabaya," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Harsono saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (3/12/2015).

 
Harsono mengatakan, wilayah kedua terbanyak ODHA adalah Kota Malang yakni 2.693 orang. Disusul Kabupaten Jember 2.489 orang, Kabupaten Banyuwangi 2.374 orang, Kabupaten Tulungagung 1.765 orang, Kabupaten Sidoarjo 1.704 orang, Kabupaten Malang 1.459 orang, Kabupaten Pasuruan 938 orang, Kabupaten Blitar 927 orang, Kabupaten Probolinggo 859 orang, Kabupaten Jombang 842 orang, dan Kabupaten Gresik 813 orang.

"Sedangkan daerah yang paling sedikit adalah Kabupaten Pamekasan 16 penderita. Jumlah tersebut menurun dibanding 2014 yakni 57.321 orang," ujar dia.

 
Untuk melakukan pencegahan, kata Harsono, Dinkes Jatim telah melakukan pencegahan melalui kampanye Aku Bangga Aku Tahu (ABAT). Kemduian melakukan kegiatan Harm Reduction pada pengguna NAPZA suntik dan program penyediaan kondom untuk mencegah penularan melalui hubungan seks dengan pasangan HIV positif.
 
Selain itu, 420 sarana diagnosis HIV berupa layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) dan layanan Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) di seluruh puskesmas di 38 Kabupaten/Kota seJawa Timur. Kemudian menyediakan Klinik PDP 47 Rumah sakit, Klinik jarum steril (LASS) 19 UPK, klinik IMS 202 UPK, klinik methadone 9 klinik, dan klinik PPIA 12 klinik.
 
Juga menyiapkan logistik program, baik untuk pencegahan, diagnosis dan pengobatan. Menyiapkan Obat Anti Retrovirus (ARV): Duviral, Neviral, Zidovudin, Nevirapin, Evafirens dan FDC (Fixed Dose Combination yang terdiri dari tenofofir, Lamifudin dan Evafiren) diberikan secara gratis.
 
"Kunci untuk mencegah penularan dilakukan dengan kegiatan Strategic Use for ARV (SUFA) secara bertahap mulai diterapkan di semua rumah sakit yang melayani pengobatan ART pada ODHA di JawaTimur," pungkasnya.



(TTD)