Luhut Panjaitan: Sidang Etik MKD Tidak Substansif

Desi Angriani    •    Jumat, 04 Dec 2015 00:18 WIB
pencatut nama presiden
Luhut Panjaitan: Sidang Etik MKD Tidak Substansif
Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan----Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang etik atas pelanggaran etika yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto dinilai tidak subtansif oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan. Sidang yang digelar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tersebut menghadirkan Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pelapor atau pengadu.

"Menurut saya enggak ada subtansinya," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/12/2015) malam.

Luhut mengatakan, transkipan pembicaraan yang menyebut namanya hingga 66 kali ini mengada-ngada. Dia menegaskan tak pernah membicarakan soal perpanjangan kontrak Freeport dengan Setya Novanto.

"Enggak ada wong saya enggak pernah bicara dengan saudara Novanto tanggal 5 mengenai Freeport," ungkap dia.

Kendati demikian, kader Golkar ini siap mendatangi MKD untuk memberikan keterangan. Bahkan kesiapan Luhut mendatangi DPR sudah seizin Presiden Jokowi.

"Saya sudah lapor Presiden, saya dipanggil, saya akan datang. Kata Presiden pergi saja jelaskan semua," imbuh dia.

Luhut menegaskan, saat masih menjabat Kepala Staf Kepresidenan dirinya tak pernah mempengaruhi Presiden Jokowi untuk memperpanjang kontrak PT Freeport sebelum jatuh tempo, pada 2019. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Posisi kami jelas bahwa kami tidak pernah setuju perpanjangan Freeport," pungkas dia.

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutar rekaman utuh bukti dugaan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak M. Riza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Percakapan direkam saat ketiganya bertemu di Pacific Place di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa bulan lalu.

Rekaman itu merupakan bukti yang diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said. terkait laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Pemutaran rekaman itu dimulai sejak pukul 19.27 WIB hingga pukul 20.44 WIB. Bukan hanya presiden dan wakil presiden, ternyata banyak nama tokoh yang `dijual`. Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan paling banyak disebut, sampai 66 kali.

Ikut pula diseret-seret Menteri ESDM Sudirman Said, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Deputi Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo.


(ALB)