Freeport Indonesia Dituding Ikut Bersalah

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 04 Dec 2015 07:25 WIB
pencatut nama presiden
Freeport Indonesia Dituding Ikut Bersalah
: Deretan mobil terparkir di areal pengolahan biji tambang di Kawasan PT Freeport, Mimika, Papua (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Minyak dan Gas Marwan Batubara mengatakan proses bagi-bagi saham sudah biasa terjadi antara PT Freeport Indonesia dengan penguasa pada masanya. Proses itu berlangsung sejak 1967 hingga 1994 lalu.

Termasuk pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang diduga ada upaya permintaan saham. Pertemuan itu pun dianggap Marwan sebagai hal yang lazim dan dapat dibuktikan.

Marwan menuturkan, pemerintah Indonesia era Susilo Bambang Yudhoyono pernah mencoba memutuskan mata rantai lobi ilegal tersebut. Caranya dengan melakukan renegosiasi kontrak terhadap PT Freeport Indonesia, sekitar tahun 2010 dan 2011. Renegosiasi itu berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009.

Namun, proses renegosiasi itu batal karena adanya pernyataan bernada 'ancaman' dari Wakil Duta Besar Amerika dan Duta Besar untuk Indonesia saat itu. Ancamannya itu berisikan, jika proses renegosiasi itu tetap dilakukan, akan banyak investor asing yang bakal hengkang dari Indonesia.

"Nah di sini sebetulnya, ada peran dari Freeport. Bukan hanya melulu Setya Novanto. Freeport membuat kita terpojok," kata Marwan dalam Breaking News Metro TV, Kamis (3/12/2015).

Marwan mendesak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memastikan renegosiasi kontrak dapat dilakukan. Di samping itu, pemerintah didesak mencegah PT Freeport Indonesia melakukan divestasi saham dengan melakukan sistem initial public offering (IPO). Hal itu untuk memastikan saham tidak jatuh pada orang yang salah.

"Bahwa sebetulnya Freeport membuat ini (pertemuan lobi-lobi saham). Apakah biasa terjadi? Biasa. Tapi, ini bukan cuma satu pihak. Bahwa Freeport juga terlibat. Kalau kita mau tuntas (membasmi pemburu rente), yang dulu (pertemuan lobi sebelumnya) juga dibongkar. Jangan cuma Setya Novanto," tukas dia.


(ALB)