Penembakan California Mungkin Ada Kaitan dengan Teroris

Sonya Michaella    •    Jumat, 04 Dec 2015 09:57 WIB
penembakan as
Penembakan California Mungkin Ada Kaitan dengan Teroris
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, California: Penembakan yang terjadi di California, Amerika Serikat (AS) Rabu (2/12/2015) lalu sudah diselidiki lebih dalam. Kepala Kepolisian San Bernardino, California, Jarrod Burguan memastikan jumlah korban dalam konferensi pers yang mendatangkan anggota FBI.
 
Sedikitnya 14 orang tewas dan 21 luka-luka akibat penembakan tersebut.  "Kami belum mengetahui motif penembakan," ujar  Asisten Direktur FBI David Bowdich, di Los Angeles, seperti dikutip The Washington Post, Jumat (4/12/2015). 
 
"Sepertinya tidak bertanggung jawab bila saya mengatakan ini adalah terorisme," lanjutnya.
 
Hal serupa dinyatakan oleh Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengatakan bahwa mungkin saja ini ada andil terorisme di dalam insiden ini. 
 
"Saat ini kami tidak tahu mengapa kejadian mengerikan ini berlangsung," tutur Obama di Gedung Putih.
 
"Mungkin saja kejadian ini terkait dengan teroris, tapi kita tidak tahu. Bisa juga serangan terkait dengan kondisi lingkungan kerja," imbuh Obama.
 
FBI telah mengambil alih penyelidikan, dengan meneliti tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) : The Inland Regional Center yang merupakan lokasi penembakan massal, jalan di San Bernardino di mana polisi dan pelaku terlibat baku tembak, dan rumah di Redlands di mana pihak berwenang mengatakan tersangka memiliki gudang bom pipa dan ribuan amunisi.
 
Polisi mengatakan, para tersangka yakni, Syed Rizwan Farook, 28, adalah seorang pekerja kesehatan di Chicago, dan istrinya Tashfeen Malik, 27, keduanya menggunakan senapan taktis, pistol, dan beberapa amunisi. Mereka melepaskan tembakan dan meninggalkan bom pipa sebelum melarikan diri dengan mobil Ford Expedition sewaan. Bowdich mengatakan, keduanya tidak pernah berada di dalam daftar pemantauan tersangka terorisme.
 
Tidak ada yang melihat serangan ini. "Dia bergaul dengan semua orang, tapi dia juga bisa menjaga jarak," ujar Supervisor Farook, Amanda Afdair, yang ditemui The Washington Post.



(FJR)