Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Penguasaan Iptekin

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 04 Dec 2015 10:56 WIB
pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejalan dengan Penguasaan Iptekin
Ilustrasi. (ANTARAFOTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai Indonesia mustahil membangun daya saing tanpa pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (Iptekin) meskipun pertumbuhan ekonomi nasional sedang membaik.

"Berkaca pada pengalaman negara-negara yang berhasil menjadi kekuatan ekonomi yang besar tanpa topangan sumber daya alam (SDA), dapat dilihat bahwa pengembangan Iptekin adalah hal yang menjadi prioritas," ujar Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain, di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Menurutnya, banyak negara-negara yang kaya SDA tidak menikmati nilai tambah yang besar karena lemahnya kemampuan pengembangan Iptekin di negara tersebut. Selain itu, pengembangan Iptekin tidak serta merta menghasilkan daya saing karena ketidakpastian yang harus dilewati penggiat litbang dan inovator sehingga investasi di bidang Iptekin sia-sia.

"Ketidakpastian inilah yang membuat banyak pihak enggan untuk melakukan investasi di bidang Iptekin nampak jauh dari kegiatan produksi yang komersail," tutur Iskandar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek) Trina Fizzanty menyebutkan negara-negara berintensitas litbang rendah khususnya Indonesia, berhasil meningkatkan kemampuan ekonomi melalui produksi bernilai rendah menggunakan teknologi rendah dan menengah. Apresisasi masyarakat terhadap teknologi sesungguhnya cukup tinggi.

Ini ditunjukkan pada tingginya konsumsi pada produk-produk teknologi. Namun tingkat konsumsi yang tinggi pada produk-produk teknologi tidak diimbangi dengan pengembangan teknologi sendiri.

"Apabila pengembangan Iptekin di Indonesia tidak mendapatkan perhatian serius, walaupun Indonesia memiliki SDA dan biodiversitas yang tinggi sangat mungkin kekayaan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Sehingga diperlukan sebuah refleksi mengenai dari mana pengembangan daya saing berbasis Iptekin dimulai oleh pemerintah," ungkap Trina.


(AHL)