Tata Ulang Malioboro, Ratusan Juru Parkir dan PKL akan Dikumpulkan

Patricia Vicka    •    Jumat, 04 Dec 2015 11:04 WIB
pariwisata daerah
Tata Ulang Malioboro, Ratusan Juru Parkir dan PKL akan Dikumpulkan
Pengendara melintas di Jalan Malioboro. Salah satu ikon Yogyakarta ini akan ditata ulang. (Ant/Noverandika)

Metrotvnews.com,Yogyakarta: Penataan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta hampir rampung. Lokasi parkir dan pedagang kaki lima (PKL) akan segera dipindah dari jalanan ikon Kota Budaya itu. 

Pasalnya, gedung parkir bertingkat di jalan Abu Bakar Ali (ABA) akan rampung pada akhir bulan ini. Rencananya, mulai difungsikan di awal tahun 2016. Sebelum difungsikan, Pemerintah Daerah DIY akan memanggil ratusan juru parkir dan PKL yang berada di kawasan Malioboro. 

"Sosialisasi perpindahan tempat parkir di sepanjang sisi timur Malioboro ke parkir bertingkat ABA akan dilakukan secara bertahap," ujar Kepala UPT Malioboro Syarief Teguh di Yogyakarta, ditulis Jumat (4/12/2015).

Tempat parkir bertingkat ABA disebut-sebut mampu menampung sekitar 2.800 kendaraan roda dua dan 40-50 bus dalam sehari. Tempat parkir ini teridiri dari tiga lantai. Lantai dasar dan lantai pertama disiapkan untuk sekitar 140  lapak penjual.

Sementara lantai kedua dan ketiga disiapkan untuk lahan parkir. Pembangunan ini menghabiskan dana hingga Rp21 miliar yang bersumber dari Dana Keistimewaan. 

Dengan adanya tempat parkir bertingkat ini, kawasan Malioboro di sisi timur akan bebas dari parkir. Sebagai gantinya, akan dijadikan jalur pedestrian. PKL di sisi timur akan dipindah ke sisi barat Malioboro dan sebagian ke gedung parkir bertingkat ABA. 

Syarif menjelaskan, ada beberapa tuntutan juru parkir dan PKL sebelum pindah ke lokasi baru. Antara lain, adanya jaminan kesejahteraan dari Pemkot Yogyakarta yang akan mengelola parkir. 

Usai tempat parkir ABA rampung, tutur Syarif, pihaknya akan mengajak para juru parkir meninjau lokasi parkir bertingkat. "Supaya mereka bisa melihat fasilitas dan punya gambaran," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta karya Dinas PUP-ESDM Muhammad Mansyur mengatakan pemda akan terus menempuh jalan musyawarah mufakat dan kekeluargaan bagi para juru parkir dan PKL yang menolak di relokasi.  

"Bicara baik-baik ke mereka. Itu semua atas dawuh (perintah) Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X), kami akan bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta melakukan sosialisasi," tegasnya. 

Proses relokasi pada awalnya akan memindahkan parkir dan PKL dari depan hotel Ina Garuda menuju selatan. Namun, parkir yang berada di sekitar Pasar Beringharjo belum akan dipindahkan karena letaknya yang terlalu jauh dengan gedung parkir bertingkat.


(SAN)