Sembilan Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Susulan

Antara    •    Jumat, 04 Dec 2015 13:19 WIB
banjir
Sembilan Desa di Aceh Barat Terendam Banjir Susulan
Foto ilustrasi. (Metro TV)

Metrotvnews.com, Meulaboh: Sedikitnya sembilan gampong (desa) di Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dilanda banjir susulan akibat luapan sungai Woyla. Pemerintah setempat butuh dana Rp1 triliun untuk cegah banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Saiful AB mengatakan warga setempat telah dievakuasi dan mencari tempat lebih aman sambil menanti air surut.

"Warga permukiman Kreung Bhee sudah mencari tempat tinggal sementara di rumah saudara maupun berpindah ke tempat yang lebih aman. Banjir ini merupakan hantaran dari daerah kabupaten wilayah hulu," katanya, di Meulaboh seperti dilansir Antara, Jumat (4/12/2015).

Kecamatan Woyla Timur dilanda banjir luapan Sungai Woyla karena tingginya intensitas curah hujan di wilayah pegunungan pada Kamis 3 Desember 2015 siang. Ketinggian air banjir masuk ke permukiman penduduk antara 50-100 centimeter merendam ratusan rumah yang dekat dengan bantaran sungai.

Sementara, banjir luapan Sungai Kreung Mereubo juga mulai merendam hektaran area sawah petani di Kecamatan Kaway XVI, bibit padi yang baru dua hari disemai disapu air banjir.

Abdul Manan petani Desa Pasie Jambu, Kaway XVI mengatakan, masyarakat petani setempat baru selesai membajak sawah dalam beberapa hari terakhir. Sebagian sudah ada yang menabur benih untuk pembibitan sebelum ditanam.

"Baru dua hari lalu saya tabur benih, hari ini sudah tergenang air. Kalau kondisi airnya tidak begitu deras mungkin ada manfaatnya juga bagi petani lain yang belum tergarap sawah karena tidak ada air dari saluran irigasi," sebutnya.

Sementara itu, tim teknis Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini sedang menurunkan alat berat untuk memperbaiki jembatan Ulhee Raket. Sebab, sebagian kepala jembatan di kedua sisi telah dikikis erosi sungai pada banjir yang sebelumnya melanda 12 kecamatan daerah itu.

Kerugian daerah tersebut akibat banjir sepanjang musim 2015 telah mencapai ratusan miliar. Karena, banjir bukan hanya merusak padi, palawija maupun rumah penduduk. Tapi juga infrastruktur dan fasilitas umum ambruk ke sungai.

Pemkab Aceh Barat membuat perincian minimal membutuhkan anggaran Rp1 triliun untuk penanganan banjir luapan sungai. Dana itu untuk peninggian tebing pengaman permanen di sekitar lima kilometer Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Kita berharap pemerintah atas membantu daerah kita," kata Kepala Bappeda Aceh Barat T Ahmad Dadek.


(SAN)