Senin Depan Berkas Perkara Novel Dilimpahkan ke Kejati Bengkulu

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 04 Dec 2015 14:38 WIB
novel baswedan
Senin Depan Berkas Perkara Novel Dilimpahkan ke Kejati Bengkulu
Penyidik KPK Novel Baswedan--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim Mabes Polri menunda pelimpahan berkas perkara penyidik KPK Novel Baswedan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu. Pelimpahan rencananya dilakukan pada Senin 7 Desember 2015.

"Enggak jadi (pelimpahannya), ditunda lagi jadi Senin depan," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati kepada Metrotvnews.com, Jumat (4/12/2015).

Terkait penundaan pelimpahan ini, Yuyuk mengaku, tak mengetahui alasan Bareskrim mengambil keputusan penundaan tersebut. Ia menyarankan agar alasan penundaan ini dapat ditanyakan langsung kepada Korps Bhayangkara.

Kemarin, Novel Baswedan diketahui diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu usai dibawa penyidik Bareskrim ke Kejaksaan Agung. Dia sedang dilimpahkan dari kepolisian ke kejaksaan lantaran berkas perkara sudah lengkap alias P21.

Novel sejatinya dipanggil penyidik Bareskrim Kombes Daniel Adityajaya pada 23 November 2015, untuk penyerahan berkas dan barang bukti ke jaksa penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung. Lantaran sedang umrah, dia baru memenuhi panggilan hari ini.

Dia disangka melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seseorang di Pantai Panjang Ujung, Kota Bengkulu. Kasus itu dilaporkan pada 18 Februari 2004 oleh Brigadir (Pol) Yogi Haryanto.

Dia dituduh menembak enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Penembakan yang dilakukan oleh anak buah Novel itu diduga mengakibatkan kematian seorang pelaku bernama Mulia Johani alias Aan.

Novel yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu dianggap bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Akhirnya, Novel menjalani pemeriksaan kode etik di Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu.

Sanksi teguran dijatuhkan sebagai pelanggaran kode etik atas perbuatan anak buahnya. Namun, setelah insiden itu, Novel masih dipercaya sebagai Kasat Reskrim di Polres Bengkulu hingga Oktober 2005.

Kasus ini meledak ketika dia selaku penyidik KPK mendalami Irjen Djoko Susilo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus simulator SIM. Kepolisian bahkan sempat berupaya menangkapnya pada 2012 saat berada di gedung KPK namun batal.

Sempat mereda, kasus itu kembali berhembus ketika KPK berseteru dengan kepolisian di 2015. Novel sempat ditangkap pada Jumat 1 Mei dini hari di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, karena dinilai tidak memenuhi panggilan pertama dan kedua polisi.

Menghadapi perkara ini, Novel pernah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, permohonannya ditolak hakim yang menganggap sah penangkapan dan penahanan terhadap Novel.


(YDH)