Tak Ada Fasilitas, Napi Wirogunan tak Bisa Ikut Pilkada

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 04 Dec 2015 14:51 WIB
pilkada serentak
Tak Ada Fasilitas, Napi Wirogunan tak Bisa Ikut Pilkada
Anggota KPU DIY menyosialisasikan Pilpres di Lapas Klas IIA Wirogunan, Yogyakarta (ilustrasi). (Ant/Noverandika)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wirogunan Yogyakarta terancam kehilangan hak pilih dalam Pilkada Serentak 9 Desember mendatang. Pihak Lapas tak bisa memfasilitasi karena KPU setempat tidak melakukan persiapan.

"Kami tak ada undangan (rapat) sekalipun dari KPU untuk membahas itu," kata Kepala Seksi Pembinaan dan Anak Didik LP Wirogunan, Heri Yanto saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, Jumat (4/12/2015).

Setidaknya, ada 361 orang napi di LP Wirogunan. Dari jumlah tersebut, ada 93 napi dari Kabupaten Bantul, 53 napi dari Kabupaten Sleman, dan 22 napi dari Kabupaten Gunungkidul. Tiga daerah itu akan melaksanakan pilkada.

Heri mengaku, kondisi tersebut berbeda pada pelaksanaan pilpres tahun lalu. Saat itu, lanjutnya, Lapas Wirogunan sudah memperoleh undangan dari KPU untuk melakukan rapat enam bulan sebelum pemilihan. Rapat itu membahas perihal jumlah TPS hingga jumlah pemilih.

"Kami dalam pilkada serentak tidak pernah ada undangan untuk persiapan. Jadi, nanti tidak ada pengeluaran narapidana (untuk menggunakan hak pilih)," kata dia.

Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan komisi hanya memfasilitasi napi yang berada di wilayah yang menggelar Pilkada, yakni di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.

"Kalau warga enggak bisa ikut pilkada ya anggap saja sedang di luar kota," ujarnya.


(SAN)