Kapolri Serahkan Penyelidikan Kasus Novanto ke Kejagung

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 04 Dec 2015 14:57 WIB
pencatut nama presiden
Kapolri Serahkan Penyelidikan Kasus Novanto ke Kejagung
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Bandrodin Haiti menyatakan, kepolisian akan menunggu hasil penyelidikan kasus 'Papa minta saham' di Kejaksaan Agung selesai. Kepolisian akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan buat memantau perkembangan kasus.

Jenderal bintang empat itu mengaku akan menunggu sampai keseluruhan sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan tuntas. Sampai semua pihak yang tersebut dalam transkrip rekaman dimintai keterangan.

"Kan, keterangan dari Setya Novanto juga belum ada. Jadi harus dikonfrontasi keterangan Maroef Sjamsoeddin dengan Novanto" ujar Badrodin seusai salat Jumat di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2015).

Kapolri menegaskan, apabila terbukti ada pemufakatan jahat, tindakan Ketua DPR Setya Novanto bisa dikategorikan tindak pidana khusus. Tapi sejauh ini, hal itu masih diselidiki.

"Kalau korupsi itu urusan Kejaksaan. Namun, Polri siap membantu kapan pun," ujar Badrodin seraya sambil berjalan menuju kantornya.

Saat ini, Kejaksaan Agung sedang mengusut dugaan tindak pidana dalam pembicaraan Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Dalam rekaman sadapan yang dilakukan Maroef, Novanto dan Riza berusaha menyakinkan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara itu soal perpanjangan kontrak.

Novanto pun menggunakan jabatan presiden dan wakil presiden buat memengaruhi Maroef agar dia memberikan saham 20 persen dan memberikan keleluasaan soal bisnis PLTA di Urumuka. Maroef merasa Novanto menjadi calo buat perpanjangan kontrak.  


 


(TII)