Gaet Investasi dari Singapura, BKPM Gandeng UOB

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 04 Dec 2015 16:31 WIB
bkpm
Gaet Investasi dari Singapura, BKPM Gandeng UOB
UOB bank. (FOTO: AFP/Roslan Rahman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan institusi keuangan terkemuka Singapura, United Overseas Bank Limited (UOB), demi meningkatkan aliran foreign direct investment (FDI) dari Singapura dan promosi investasi.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa hal ini dilakukan untuk membangun jaringan dengan lembaga keuangan, baik nasional maupun internasional.

"Nantinya klien UOB bisa memanfaatkan layanan end to end services dari BKPM, sedangkan BKPM dapat terbantu dengan jaringan yang dimiliki oleh UOB sebagai institusi keuangan ternama di Singapura," kata Franky dalam keterangan resminya, Jumat (4/12/2015).

Menurutnya, kerja sama yang dilakukan khususnya pada institusi keuangan yang potensial dan menjadi prioritas sumber investasi. Dia menyebutkan Singapura merupakan salah satu kontributor FDI terbesar di Indonesia.

Adapun dari 2010 sampai dengan kuartal ketiga 2015, FDI dari Singapura mencapai hampir USD 30 miliar yang terdiri dari 6.868 proyek di sektor-sektor seperti transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, pertanian dan perkebunan, pertambangan, industri makanan, industri mineral dan bukan metal, serta ketenagalistrikan, gas dan air.

Dengan dilaksanakannya kerja sama ini, Franky meyakini akan semakin meningkatkan arus FDI dan outbound direct investment (ODI). "Kerja sama promosi FDI antara BKPM dan UOB sebagai salah satu bank terkemuka di Singapura yang memiliki jejaring yang luas di kawasan Asia Pasifik, Eropa Barat, dan Amerika Utara, merupakan bentuk kerja sama yang strategis," tegas dia.

Dalam cakupan kerja sama yang disepakati, melalui Indonesia Investment Promotion Centers (IIPCs) dan UOB FDI Centers, BKPM dan UOB akan bekerja sama mengorganisir dan mendukung program-program misi investasi khususnya di negara-negara tempat IIPC dan UOB FDI Centers berada, seperti di Singapura, Abu Dhabi, New York, London, Tokyo, Seoul, Sydney, Taipei, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, RRT, Hong Kong SAR, dan India.

Franky menekankan, melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan berbagi informasi mengenai potensi-potensi investasi dan akan memfasilitasi perusahaan-perusahaan dan proyek-proyek FDI yang potensial baik di Indonesia maupun di negara-negara lain dalam rangka meningkatkan FDI ke Indonesia dan ODI dari Indonesia ke luar negeri.

"Pemerintah terus mendorong pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar ke negara lain dan jaringan internasional sehingga dapat memperluas mitra usaha internasional dan meningkatkan kemampuan teknologi sehingga dapat diterapkan di dalam negeri untuk kemajuan teknologi industri di Indonesia," imbuhnya.


(AHL)

KPK Bantah Ada Negosiasi di Kasus KTP-el

KPK Bantah Ada Negosiasi di Kasus KTP-el

1 hour Ago

Tudingan adanya negosiasi dalam kasus korupsi KTP elektronik dibantah Ketua KPK Agus Raharjo. S…

BERITA LAINNYA