Freeport IPO, Analis: Kapitalisasi Pasar Modal Meningkat!

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 04 Dec 2015 17:36 WIB
freeportpasar modal
Freeport IPO, Analis: Kapitalisasi Pasar Modal Meningkat!
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Analis PT Pefindo Guntur Tri ‎Hariyanto menilai proses divestasi saham PT Freeport Indonesia lewat mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) akan meningkatkan kapitalisasi pasar modal di Indonesia. Namun, hal itu harus dibarengi dengan banyaknya jumlah saham Freeport yang beredar di pasar modal.

"Tidak hanya meningkatkan kapitalisasi pasar lebih besar, IPO Freeport akan meningkatkan jumlah investor di pasar modal," ungkapnya, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Pada dasarnya, Guntur menilai, Freeport merupakan perusahaan tambang yang berkinerja baik secara operasional maupun keuangan. Bahkan, Freeport memiiliki cadangan mineral yang terbilang besar. Dari penilaian itu, masuknya Freeport akan menarik minat investor lebih banyak lagi.

Ia menambahkan, jika saham Freeport yang dilepas hanya sebanyak lima persen maka dampaknya tidak cukup signifikan bagi kapitalisasi pasar modal. Meski saham yang akan dilepas ke publik dilakukan secara bertahap.

"Seiring program divestasi atau program perubahan kepemilikan saham yang kemudian hari mungkin saja dilakukan Freeport," jelas Guntur.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal keras jika Freeport bisa melakukan divestasi saham lewat mekanisme penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Asalkan, Kementerian BUMN tidak mengambil divestasi saham yang telah ditawarkan Freeport kepada pemerintah untuk masyarakat Indonesia.

"Bursa siap saja menerima keputusan apa terkait IPO. Kita akan persiapkan semua rencana IPO Freeport, jika itu memang pilihan terbaik pemerintah lewat listing di bursa. Kita terbuka sekali," jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat‎, kepada Metrotvnews.com.

Menurut dia, bursa akan menuangkan semua persyaratan IPO sebagaimana yang pernah dilakukan perusahaan lainnya, baik perusahaan BUMN maupun swasta. Kalau pun pemerintah memiliki syarat IPO Freeport hanya untuk masyarakat Indonesia, maka bursa akan membuat mekanisme dan peraturan yang terbaik agar saham Freeport Indonesia jatuh langsung ke masyarakat Indonesia.

"Kita kalau diminta pemerintah untuk masyarakat Indonesia, kita akan bikin aturan itu, aturan itu kita buat sebaik mungkin. Semua aturan pemerintah akan kita ikuti, karena pada dasarnya pemerintah ingin terbaik bagi Indonesia," jelas dia.

Ketika ditanya apakah sudah ada pembicaraan secara langsung dari Kementerian ESDM, pihaknya meyakini bahwa Kementerian ESDM atau pun pemerintah langsung sama sekali belum menyampaikan masalah IPO tersebut.

"Belum ada sampai saat ini sounding dari pemerintah. Kita hanya menunggu saja," pungkas Samsul.


(ABD)