Perusahaan Telekomunikasi Singapura Tanamkan Investasi USD150 Juta

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 04 Dec 2015 18:46 WIB
investasi
Perusahaan Telekomunikasi Singapura Tanamkan Investasi USD150 Juta
Kepala BKPM Franky Sibarani (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali mencatat minat investasi dari Singapura sebesar USD150 juta (sekitar Rp2,02 triliun). Investor Singapura tersebut berminat untuk menanamkan investasi di sektor telekomunikasi, terutama terkait penyediaan jalur komunikasi terintegrasi.

Kunjungan kerja yang dilakukan dijadwalkan untuk melakukan penandatanganan kerja sama terkait promosi investasi dengan UOB Bank dan melakukan pertemuan one on one meeting dengan empat perusahan Singapura di sektor telekomunikasi, farmasi, real estate, dan maritim.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif minat investasi yang disampaikan oleh perusahaan Singapura tersebut. Dalam hal ini, perusahaan tertarik untuk membangun jaringan fiber optik di Surabaya dan Jakarta.

"Kantor perwakilan BKPM di Singapura yang melakukan identifikasi minat investasi ini, minat ini akan dikawal sehingga dapat segera direalisasikan," jelasnya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Menurut Franky, pihaknya optimistis bahwa ke depan minat investasi dari Singapura akan terus meningkat. Setelah Surabaya dan Jakarta mereka akan membangun jaringan fiber optik di kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa sehingga akan menginterkoneksikan keseluruhan pulau Jawa.

Investor di sektor telekomunikasi tersebut rencananya akan membentuk dua perusahaan di Indonesia untuk menangani keseluruhan proyeknya. Investor Singapura tersebut berasal dari perusahaan dengan pengalaman 20 tahun dalam investasi, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

"Jadi mereka hanya berperan sebagai jasa penyedia dan operasi infrastruktur telekomunikasi yang netral perusahaan hanya mengoperasikan infrastruktur jaringan telekomunikasi tanpa adanya afiliasi dengan penyedia jasa telekomunikasi lainnya," ungkap dia.

Perusahaan juga telah memiliki aktifitas usaha di Kamboja dan Myanmar di mana perusahaan telah memiliki dan mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi pasif di antaranya 8.600 kilometer jaringan fiber optic terpasang di Kamboja dan 5.000 kilometer jaringan fiber optic terpasang di Myanmar.


(ABD)