Kualitas Gamer Indonesia Menurun, Kenapa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 05 Dec 2015 08:51 WIB
games
Kualitas Gamer Indonesia Menurun, Kenapa?
Acara ASIG 2015 di Universitas Paramadina.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam acara talkshow ASIG (Area of Science and Game) yang diadakan di Universitas Paramadina kemarin, Jumat (4/12/2015), Tsany Q, Dosen Game Paramadina, salah satu pembicara, sempat menyinggung bahwa beberapa tahun lalu, gamer Indonesia sempat menjadi yang diakui oleh komunitas internasional.

Sayangnya, saat sekarang semakin banyak turnamen esport, gamer di Indonesia justru tidak lagi terdengar kabarnya. Hanya segelintir orang Indonesia yang berhasil mengaku sebagai gamer profesional dan mendapatkan nafkah dengan bermain game. 

Saat ditanya mengapa hal ini terjadi, Johnsen Lim, Asistant Project Director Prodigy, salah satu penerbit game asal Indonesia, menjawab bahwa salah satu alasannya mengapa saat ini jumlah gamer yang berkualitas semakin berkurang adalah karena ada begitu banyak game yang dapat dimainkan.

Hal ini, dia merasa, membuat perhatian gamer terpecah. "Misalnya, setiap hari, seseorang punya waktu 6 jam untuk bermain, 6 jam itu dihabiskan untuk memainkan banyak game," kata Johnsen. 

Pratama Indra Putra, Community Staff, Qeon memiliki pendapat yang sama. Dia merasa, saat ini, di Indonesia, jumlah gamer mungkin semakin banyak. Sebaliknya, kualitas para gamer justru menurun. "Gamer yang dulu, hidup mati mereka untuk terjun sebagai gamer profesional," kata laki-laki yang akrab disapa sebagai Yota ini.

Mario, CEO Karya Group, merasa, alasan mengapa kualitas gamer Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan gamer profesional dari negara lain adalah karena di Indonesia, pekerjaan sebagai gamer profesional masih belum diakui oleh masyarakat luas.

Dia merasa, satu hal penting untuk mempopulerkan esport adalah dukungan dari masyarakat. "Esport menjadi tidak populer karena ia tidak dianggap sebagai sebuah pekerjaan. Jika orang bermain game, dia dianggap tidak menghasilkan dan hanya menjadi orang malas," katanya.


(MMI)