Manfaat di Balik Makanan yang Sering Dianggap Tak Sehat

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 05 Dec 2015 15:42 WIB
kesehatan
Manfaat di Balik Makanan yang Sering Dianggap Tak Sehat
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat berdiet, ada beberapa makanan yang memang harus dikonsumsi. Namun bagaimana jika makanan yang dianggap "berbahaya" justru memiliki sisi positif bagi kesehatan?

Sebuah studi di London menunjukkan bahwa bila meminum lebih dari segelas kopi dalam sehari akan rentan terkena penyakit Diabetes tipe 2. Namun meminum kopi juga bisa meningkatkan tekanan darah dan tak baik bagi kesehatan dalam jangka waktu yang panjang. Berikut beberapa makanan yang menjadi ‘buah simalakama’ bagi para pelaku diet.


Roti putih

Buruk: para ilmuwan di Tufts University, Boston menemukan bahwa roti putih dapat meningkatkan ukuran pinggang. Ahli kebugaran Wanitha Ashok juga menambahkan, roti putih membuat lapar dalam waktu satu jam atau lebih dengan nilai gizi yang tak seberapa.

Baik: Menurut sebuah penelitian di Irish University, roti putih menyumbang lebih banyak zat besi dan serat untuk para pelaku diet daging atau ikan. Ahli gizi Ryan Fernando pun menambahkan, untuk atlet, makan roti putih mempu membantu mengisi glukosa lebih cepat dan itu bermanfaat bagi otot.


Sayuran beku

Buruk: Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Nutrisi dan Diet di Turki menyimpulkan bahwa sayuran beku yang mencair sebelum dimasak membuat kandungan vitamin C didalamnya menghilang. “Apapun yang disimpan di dalam dalam jangka waktu lama akan mulai kehilangan nilai gizi,” jelas Wanitha.

Baik: Ada banyak laporan yang mengatakan bahwa sayuran beku lebih baik daripada yang segar karena dipetik saat masa paling matang dan beku sehingga tak ada vitamin yang hilang. Sebuah penelitian di University od Chester menunjukkan ada penurunan nilai gizi sayuran segar bila dibandingkan dengan sayuran beku.


Kuning telur

Buruk: Makanan ini memang sangat dihindari karena meningkatkan kolesterol dan mengandung banyak lemak. Sebuah penelitian di Kanada juga mengatakan bahwa mengonsumsi kuning telur dapat menimbulkan plak pada pembuluh darah.

Baik: Menurut Ryan, kuning telur justru baik sekali bagi pertumbuhan. Anak kecil dan orang dewasa setidaknya perlu memakannya satu butir dalam sehari. Hal ini dikarenakan kuning telur lebih memiliki banyak nutrisi penting dan vitamin daripada putih telur.


Cokelat

Buruk: Kafein dan lemak yang terkandung dalam coklat membuat makanan ini memang tak baik, selain dapat meningkatkan berat badan. Oksalat tinggi dalam cokelat  dapat menyebabkan batu ginjal. Sebuah studi oleh American Society of Clinical Nutrition  menunjukkan bahwa kemungkinan seseorang terkena penyakit tulang akan semakin besar bila banyak mengkonsumsi cokelat.

Baik: Antioksidan yang terdapat di dalam cokelat memiliki banyak manfaat. Menurut sebuah studi di University of Illinois, antioksidan tersebut dapat mengurangi kemungkinan obesitas dan diabetes tipe 2.

ASA