Polisi Jaring Ribuan Angkutan Umum Yang Tidak Menutup Pintu Saat Beroperasi

Ilham wibowo    •    Sabtu, 05 Dec 2015 22:47 WIB
razia angkutan
Polisi Jaring Ribuan Angkutan Umum Yang Tidak Menutup Pintu Saat Beroperasi
Petugas gabungan Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta melakukan razia tehadap angkutan umum di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2). Foto: Antara/ Widodo S. Jusuf.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menerapkan kebijakan menutup pintu bagi angkutan umum ketika beroprasi. Hasilnya, dalam seminggu ribuan pelanggar terjaring razia.

Kepala Sub Direktorat Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, hasil penindakan terhadap angkutan umum yang tidak menutup pintu mulai tanggal 30 November hingga 5 Desember 2015 mencapai 1682 pelanggar. 

"Pelanggar ini melibatkan 213 unit Bus, 265 Metro Mini dan 1282 Mikrolet," ujar Budiyanto dalam keterangan tertulisnya kepada Metrotvnews.com, Sabtu (5/11/2015).

Menurur Budiyanto, aturan ini diberlakukan sesuai dengan Pasal 124 huruf e Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, tentang pengemudi kendaraan bermotor umum untuk angkutan orang dalam trayek wajib menutup pintu selama kendaraan berjalan.

Budiyanto menegaskan, Polisi tidak akan mentolerir angkutan umum yang beroperasi tanpa menutup pintu kendaraan. Kebijakan itu dilakukan untuk menjalankan amanat undang-undang dan menjaga keselamatan penumpang.

"Sopir yang bandel akan dikenakan sanksi pidana hukuman penjara satu bulan atau denda Rp250 ribu." lanjut Budiyanto.

Kebijakan wajib menutup pintu saat beroperasi ini pun mendapat dukungan dari penumpang umum di Ibu Kota. Masyarakat meminta aturan itu ditegakkan dengan serius.

Warga Parung, Uu, 47, mengatakan, kebijakan itu akan menjamin keselamatan penumpang.

"Saya rasa tidak masalah. Ini demi keselamatan warga. Tapi penerapannya harus konsisten,” kata Uu kepada Metrotvnews.com di Terminal Lebak Bulus, Jalan Lebak Bulus Raya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Uu menyarankan, selain penutupan pintu, jumlah penumpang harus disesuaikan dengan kapasitas daya angkut. Agar penumpang tidak berdesakan di dalam angkutan umum.

"Kalau angkutan muatannya lebih kecil dan wilayah operasionalnya tidak jauh," ujar pria asal Sumedang tersebut.

 


(DEN)