Majelis Kehormatan Ombudsman Rekomendasikan Pemecatan Azlaini

   •    Jumat, 29 Nov 2013 23:52 WIB
Majelis Kehormatan Ombudsman Rekomendasikan Pemecatan Azlaini
Antara/Wahyu Putro A/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Kehormatan (MK) Ombudsman, merekomendasikan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memecat Wakil Ketua Ombudsman Azlaini Agus.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua MK Ombudsman Masdar F Mas'udi dalam konfensi pers, Jumat (29/11).

"Majelis merekomendasikan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada Azlaini Agus dan sanksi lainnya yang dimungkinkan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan sebagai akibat dari pemberhentian tetap ini," katanya di Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta.

Setelah nyaris 30 hari mengumpulkan data dan fakta berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik oleh wakil ketua non-aktif Ombudsman tersebut, MK Ombudsman meyakini bahwa memang Azlaini melakukan pemukulan terhadap staf PT Gapura Angkasa Yana Novia, Oktober lalu.

Meskipun hingga saat ini Azlaini membantah pemukulan tersebut, MK Ombudsman melihat bahwa kesaksian dan bukti visum et repertum yang disampaikan dalam penjelasan Polresta Pekanbaru, membuat terjadinya pemukulan sulit terbantahkan.

"Selain itu, adanya keinginan kuat dari keluarga dan kolega Azlaini untuk meminta maaf kepada Yana Novia dan keluarganya merupakan 'pengakuan tersembunyi' bahwa peristiwa itu benar terjadi," terang Masdar.

Tidak sebatas pemukulan, kata-kata kasar yang dilontarkan Azlaini terhadap beberapa orang yang ada di tempat kejadian pemukulan terhadap Yana Novia, juga diyakini betul terjadi. Keterangan soal sikap temperamental Wakil Ketua Ombudsman itu pun bahkan diperkuat dengan perlakukannya selama ini terhadap sesama kolega, bawahan, pegawai di lingkungan Ombudsman, serta tempat-tempat yang dikunjungi oleh Azlaini Agus.

Menurut Majelis Kehormatan, Azlaini telah melakukan tindakan yang melanggar beberapa unsur dalam Kode Etik Insan Ombudsman yang diatur dalam Peraturan Ombudsman Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Kode Etik Insan Ombudsman. Ironisnya, Azlaini sendiri juga turut serta dalam perumusan peraturan tersebut.

"Azlaini Agus telah melakukan pelanggaran atas Pasal 5 huruf c yang mengatur prinsip saling menghargai, yakni kesejajaran dalam perlakuan, baik kepada masyarakat maupun antar sesama anggota atau staf Ombudsman serta bersikap rendah hati," lanjut Masdar.
Pemukulan yang dilakukannya, tidak mencerminkan rasa saling menghargai dari seorang insan Ombudsman kepada seorang petugas yang sedang menjalankan tugas. (Hera Khaerani)