TKI Hong Kong Berniat Kembangkan Bisnis Agro

   •    Minggu, 06 Dec 2015 17:01 WIB
tki
TKI Hong Kong Berniat Kembangkan Bisnis Agro
Illustrasi. ANTARA FOTO/Anis Efizudin.

Metrotvnews.com, Hong Kong: Tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong sebagian besar berminat untuk menjadi pengusaha di sektor pertanian dan peternakan saat mereka kembali ke daerah asalnya masing-masing di Indonesia.

"Berdasarkan survei, sebagian besar BMI (buruh migran Indonesia) Hong Kong meminati sektor pertanian dan peternakan untuk menjadi sumber
penghidupannya, setelah kembali ke daerah asalnya masing-masing," kata Direktur Pengambangan Daerah Rawan Pangan Ditjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Supriadi kepada Antara di Hong Kong, Minggu (6/12/2015).

Ditemui di sela-sela Pelatihan dan Pendampingan Usaha Bidang Argo Bagi BMI Hong Kong, dia mengatakan, sebagian besar BMI memilih bisnis pertanian dan peternakan, mengingat sebagian besar mereka berasal dari keluarga petani.

"Alasan utama ya karena mereka sudah memiliki lahan di desa, dan sudah turun temurun dilakukan oleh keluarganya," ungkapnya.

Ia menuturkan pelatihan dan pendampingan usaha bidang argo tersebut dilaksanakan bersama antara Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, PT Bank Negara Indonesia (Persero) 1946, dan PT
Garuda Indonesia.

Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan BMI yang akan kembali ke daerah asal untuk membangun kampung halaman mereka menjadi lebih baik.

Pembelajaran dilakukan dengan melalui internet sehingga tidak tergantung kapan hari libur peserta, kecuali di saat pembukaan, ujian akhir dan penutupan yang peserta diminta  hadir langsung tatap muka dengan pengajar atau pemberi materi di hari Minggu, mulai 13 September hingga 6 Desember 2015.

"Kegiatan pelatihan tersebut merupakan yang kali pertama dilakukan. Dan atas insitif bersama dengan Kementerian Luar Negeri, Hong Kong menjadi 'pilot project'. Kami bersepakat jika 'pilot project' ini menunjukkan hasil yang positif, maka kegiatan serupa akan dilakukan pula kepada TKI di negara lain seperti Malaysia, dan Timur Tengah. Tetapi dalam 'pilot project' ini, mekanisme juga sudah mulai terbangun, sehingga bisa segera dilakukan kepada TKI di negara lain," tutur Supriadi.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Jamhari mengatakan, pelatihan dan pendampingan di sektor pertanian dan peternakan itu bertujuan untuk mengubah paradigma para BMI yakni dari pekerja menjadi pengusaha.


(SAW)

Hatta Ali Merasa Difitnah

Hatta Ali Merasa Difitnah

1 hour Ago

Menurut Hatta, dirinya datang ke Surabaya karena diminta menjadi dosen penguji dalam ujian terb…

BERITA LAINNYA