KRL vs Metromini

KNKT: Palang Pintu Perlintasan Tidak Menutup Seluruh Badan Jalan

Arga sumantri    •    Minggu, 06 Dec 2015 18:15 WIB
kecelakaan kereta api
KNKT: Palang Pintu Perlintasan Tidak Menutup Seluruh Badan Jalan
Kondisi metromini yang terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter line di Stasiun Muara Angke,--Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menyelidiki insiden kecelakaan maut antara kereta rel listrik (KRL) Commuter line dengan metromini. KNKT sudah mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi dan pihak PT KAI.

Ketua Subkomite Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT Leksmono Suryo Putranto menjelaskan, dirinya mendapati pengakuan PT KAI kalau kecepatan KRL saat itu di bawah 70 kilometer per jam.

"Informasi yang saya dapat dari Humas KAI, kereta kecepatannya di bawah 70 Kilometer per jam. Tapi akan kita cari tahu terus," kata Leksmono di lokasi, Stasiun Angke, Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015).

Selain soal kecepatan kereta, KNKT juga mendapati keterangan kalau saat kejadian, kondisi palang pintu memang tidak menutupi seluruh badan jalan raya. Sehingga, ada celah yang memungkinkan pengguna kendaraan kerap menerobos palang pintu kereta api.

"Ada celah memang," imbuh Leksmono.

KNKT mengukur jalan raya di perlintasan kereta punya lebar 7,50 meter. Sementara, palang pintu kereta hanya menutupi sekitar 5,53 meter badan jalan.

"Nanti kasih rekomendasi agar panjang penutup perlintasan bisa diperpanjang," tambah dia.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga, pengguna jalan memang kerap menerobos perlintasan kereta saat palang pintu sudah ditutup. Penerobos pintu kereta, mulai dari pejalan kaki, pengguna sepeda motor, juga metromini.


(MBM)