Kampanye Hitam di Tangsel Tak Patut

Renatha Swasty    •    Senin, 07 Dec 2015 03:02 WIB
pilkada serentak
Kampanye Hitam di Tangsel Tak Patut
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Jelang Pilkada Serentak yang akan berlangsung Rabu, 9 Desember kampanye hitam pada pasangan calon Kepala Daerah Tangerang Selatan nomor urut tiga, Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie terus terjadi. Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta, Djaka Badranaya menilai hal ini tak patut.

“Terkait dengan selebaran, black campaign, dalam konteks kontestasi bisa saja itu dilakukan sebagai strategi meski tentu saja pola itu kurang patut,” ujar Djaka saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin (7/12/2015).

Djaka mengatakan, dalam kondisi pemilih cerdas, partisipasi politik masyarakat tinggi. Maka, pengenalan kandidat dan program dengan beragam bentuk media akan menguatkan pilihan kandidat.

“Ketika ada black campaign terkait aspek negatif kandidat, pemilih cerdas akan menyikapinya dengan kritis dan tidak serta merta menerimanya sebagai fakta,” ujar Djaka.

Dia menduga, pelaku penyebaran kampanye hitam di Tangsel mengasumsikan masyarakat Tangsel tak cerdas. Yakni masih memilih kandidat secara pragmatis, dan berdasarkan patron.

Tapi kata dia, pemilih Tangsel cukup cerdas, tak mudah memakan kampanye hitam. “Justru yang harus diwaspadai dalam Pilkada Tangsel kali ini seperti biasa terjadi money politik, berkeliarannya agen suara di tiap TPS, transaksi suara level panitia,” pungkas Djaka.

Diketahui, upaya menyudutkan Airin-Benyamin terus terjadi, sebelumnya beredar akun facebook atas nama Airin Rachmi Diany yang memposting kata-kata provokatif. Wakil Airin, Benyamin Davnie pernah gusar terhadap akun jejaring sosial palsu atas nama dirinya. Teman jejaring sosial abal-abal itu mencapai 4 ribu lebih. Postingan akun palsu itu menyudutkan dirinya.

Belakangan, edaran selebaran bernada provokatif dan menyudutkan juga tersebar di tujuh kecamatan di Tangsel. Memasuki masa tenang, kampanye hitam tak berhenti, pihak tak bertanggung jawab terus menebar selebaran bernada provokatif.


(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA