Pilkada Surabaya 2015

DPD PAN Akan Cek Organisasi Sayap Berpindah ke Risma-Whisnu

Amaluddin    •    Senin, 07 Dec 2015 13:07 WIB
pilkada serentak
DPD PAN Akan Cek Organisasi Sayap Berpindah ke Risma-Whisnu
Rasiyo-Lucy mendapat dukungan dari PAN dan Partai Demokrat saat mendaftar di KPU Surabaya, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan mendukung Rasiyo-Lucy Kurniasari dalam Pilkada Surabaya 2015, Jawa Timur. Lantaran itu, Ketu DPD PAN Surabaya, Surat, mempertanyakan sikap Barisan Muda Penegak Amanah Nasional (BM PAN) yang mendukung pasangan calon lain, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

Seharusnya, kata Surat, semua kader dan organisasi sayap PAN satu suara mendukung Rasiyo-Lucy. Sebab, hal itu sesuai dengan instruksi DPP PAN ke dewan pimpinan ranting.

"Seperti yang kita tahu bahwa pendaftaran Rasiyo-Lucy langsung oleh Ketua Umum DPP (Zulkifli Hasan). Artinya semua harus solid mendukung Rasiyo-Lucy," jelas Surat di Surabaya, Senin (7/12/2015).

Sikap BM PAN, ungkap Surat, seolah mendurhakai PAN. Lantaran itu, Surat pun mengatakan akan segera mengecek surat keputusan kepengurusan dan keanggotaan organisasi BM PAN.

"Yang jelas pasti ada teguran keras. Kita pastikan itu dulu, dan kami akan membawa masalah ini ke DPP PAN," kata dia lantang.

Pada Minggu kemarin, Ketua BM PAN Surabaya, Djono Tahyer, mengatakan 350 pengurus inti yang tersebar di 31 kecamatan se-Surabaya menyatakan dukungan ke pasangan petahana.

"Kinerja Risma-Whisnu sudah teruji. Itu tidak terbantahkan lagi. Keduanya juga banyak meraih prestasi," tegas Djono.  

Djono mengatakan BM PAN bukan organisasi politik. Lantaran itu,  BM PAN memiliki pandangan politik sendiri.

Djono juga mengaku tak takut mendapat teguran ataupun sanksi atas sikap itu. Situasi serupa pun sudah terjadi dalam Pilkada 2010.

(Baca: Jelang Pilkada, Organisasi Sayap PAN Pindah Dukungan)


(RRN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA