Insiden Metromini Maut, Ahok Tekan Transjakarta

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 07 Dec 2015 13:23 WIB
kecelakaan kereta api
Insiden Metromini Maut, Ahok Tekan Transjakarta
Kondisi metromini yang terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter line di Stasiun Muara Angke,--Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Insiden metromini maut membikin Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menekan kinerja PT Transjakarta. Pasalnya, PT Transjakarta dianggap gagal total dalam menyediakan transportasi massal di Ibu Kota.

Untuk menggiring animo masyarakat meninggalkan metromini, pria yang akrab disapa Ahok, pernah meminta PT Transjakarta menambah armada. Ahok juga meminta pelayanan diberikan dalam bentuk efisiensi harga dan gaji sopir yang dinaikkan.

Ahok yakin cara ini mampu membuat metromini kehilangan penumpang. Terlebih lagi nantinya trayek juga akan ditentukan Transjakarta. Sehingga, kebutuhan warga akan trayek bakal lebih mempuni.

"Kalian (masyarakat) (nanti) pilih bus kami yang bagus bayar Rp3.500 atau naik metromini lagi? Pasti naik yang bagus," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat  Senin (7/12/2015).

(Klik juga: Dishub Bakal Cabut Izin Trayek Metromini 80)

Mantan Bupati Belitung Timur ini menekan Transjakarta lantaran tak punya kewenangan menindak metromini. Kesempatan DKI dalam menindak hanya saat pengecekan KIR.

"Makanya saya bilang sama petugas KIR. Kalau enggak lolos tangkap saja. Setelah itu kita bawa ke lapangan. Tapi tetap saja enggak bisa dibuang," ucap Ahok.

Karena itu, Ahok mengaku akan mencabut kembali sejumlah trayek metromini dan kopaja. Langkah ini dilakukan sebagai penanganan jangka pendek terkait metromini yang masih membahayakan penumpang saat berkendara.

"Kita mau cabut lagi trayeknya. Kemarin saja kita sudah cabut trayek 1.600 bus supaya tidak beroperasi lagi," tegas Ahok.


(MBM)

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

2 hours Ago

Setelah vonis 15 tahun terhadap Setya Novanto diketuk, KPK diminta untuk segera mengungkap nama…

BERITA LAINNYA