Megawati: Jangan Kaget Kalau Kita Keok di Tangan Singapura

Dheri Agriesta    •    Senin, 07 Dec 2015 14:55 WIB
alutsista
Megawati: Jangan Kaget Kalau Kita Keok di Tangan Singapura
Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla seusai menghadir Simposium Kebangsaan di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin 7 Desember 2015. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden kelima Megawati Soekarnoputri meminta pemerintah memperbarui alat utama sistem pertahanan TNI. Mega menilai kondisi alutsista TNI sudah tidak memadai.

Hal ini disampaikan Megawati saat pidato di simposium kebangsaan Refleksi Nasional Praktik Konstitusi dan Ketatanegaraan Pasca Reformasi di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).

Dalam acara ini turut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan sejumlah kepala daerah.

Megawati menceritakan pengalamannya saat memimpin negara. Megawati hendak melakukan pertemuan dengan pemimpin Singapura di Pulau Nipa, pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura.

Untuk menarik perhatian, Mega meminta dijemput menggunakan kapal perang milik Indonesia. Pemerintah Singapura pun menawarkan pengawalan. Pengawalan oleh pemerintah Singapura membuat Mega kagum.

"Sampai di pelabuhan, ada enam kapal selam mereka muncul dari dalam laut. Saya kan malu, kalau tahu begitu saya ikut naik kapal selam saja," kata Mega disambut tawa undangan.

Mega meminta Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Angkatan Darat, saat itu menyimpan senjata yang sedang dipamerkan. Saat itu, TNI memamerkan meriam berusia tua. "Ini mesti dibelikan mereka alutsista yang baru-baru," kata Mega.

Mega mengatakan, alutsista negara tetangga seperti Singapura ada kemajuan. "Jadi, jangan kaget kalau kita keok," ujar putri Soekarno ini.


(TRK)