Ini Alasan Mengapa Indonesia Butuh Utang

Suci Sedya Utami    •    Senin, 07 Dec 2015 16:19 WIB
utang luar negeri
Ini Alasan Mengapa Indonesia Butuh Utang
Menko Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menganggap wajar porsi utang Indonesia yang saat ini berada di level 25 persen sampai 27 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, hampir semua negara maju memiliki utang dalam jumlah yang besar. Bahkan, tidak ada negara maju yang memiliki utang hanya 100 persen terhadap PDB. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia yang merupakan negara berkembang.

Darmin menilai, Indonesia masih membutuhkan pinjaman dalam jumlah besar untuk membiayai belanja-belanja yang tidak bisa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada titik ini, pinjaman dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Hampir tidak ada negara yang utangnya hanya 100 persen (terhadap PDB). Mereka ada yang 150 persen atau 200 persen. Dilihat dari segi itu, kita sudah sangat sehat," terang Darmin, dalam acara Investor Gathering, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan mengapa Indonesia masih butuh pinjaman atau utang. Menurut Bambang, Indonesia merupakan negara yang masih memerlukan pertumbuhan, sehingga untuk mencapai pertumbuhan tersebut dibutuhkan belanja yang besar, baik belanja modal maupun belanja infrastruktur. 

Namun, masih kata Bambang, sayangnya tidak semua belanja bisa dibiayai oleh APBN. "Apakah memang semua pembangunan infrastruktur dari APBN? Belanja yang besar kalau tidak memadai ujungnya defisit yang besar. Maka untuk menutup defisit itu kita perlu utang yang besar pula," pungkas Bambang.


(ABD)