Sidang Novanto Tertutup, Istana: Ini Bisa Timbulkan Prasangka

Desi Angriani    •    Senin, 07 Dec 2015 16:33 WIB
pencatut nama presiden
Sidang Novanto Tertutup, Istana: Ini Bisa Timbulkan Prasangka
Seskab Pramono Anung,--Foto: Antara/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang etik yang menghadirkan teradu Ketua DPR Setya Novanto di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) digelar secara tertutup. Istana menilai langkah tersebut dapat menimbulkan prasangka dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

"Sebenarnya sudah diketahui publik secara luas. Sudah dua kali berturut-turut terbuka. Ini bisa menimbulkan pertanyaan prasangka tanda baca yang macam-macam," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Pramono mengungkapkan, Istana menghormati keputusan MKD yang merestui sidang Novanto digelar tertutup. Namun, dia berharap anggota MKD tetap menggunakan hati nurani dalam memberikan keputusan final dari kasus tersebut.

"Tapi apa pun ini adalah kewenangan MK jadi sekarang lagi pemerintah menghormati itu. Mudah-mudahan hati nurani digunakan untuk mengambil keputusan apapun yang akan diberikan pada hari ini," kata dia.

Diketahui sebelumnya, MKD telah menggelar dua kali persidangan kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden untuk perpanjangan kontrak Freeport yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD. Sidang pertama, MKD memanggil pihak pengadu yakni Sudirman Said.

Kedua, MKD meminta keterangan Presiden Freeport Maroef Sjamsoeddin sebagai saksi. Kedua persidangan tersebut digelar secara terbuka dan disaksikan khalayak.


(MBM)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA