Jawa Barat Pertahankan Target Produksi Padi 12 Juta Ton pada 2015

Antara    •    Senin, 07 Dec 2015 16:38 WIB
ketahanan pangan
Jawa Barat Pertahankan Target Produksi Padi 12 Juta Ton pada 2015
Foto: Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (keempat kanan) bersama Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (kelima Kanan) dan Bupati Indramayu, Anna Sophana (ketiga Kanan) melakukan panen perdana padi di desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Indramayu, Jawa Barat, Rabu 1

Metrotvnews.com, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengaku tetap mempertahankan target produksi padi sebesar 12,068 juta ton pada 2015 dari target tanam padi 2,022 juta hektare meskipun dalam musim kemarau panjang.

"Kemarau panjang yang menyebabkan lahan mengalami kekeringan mencapai 122 ribu hektare dan puso hingga 49 ribu hektare, sehingga produksi padi Jawa Barat sempat diprediksi turun," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dalam siaran persnya, di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2015).

Meski sempat diprediksi akan menurun, Pemprov Jabar menggiatkan sejumlah kegiatan guna meningkatkan produksi padi tahun ini. Di antaranya Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dengan fasilitas bantuan sarana produksi.

"Juga, sistem tanam jajar legowo dan pertemuan kelompok pada seluruh areal program sebagai instrumen stimulan disertai dengan dukungan pembinaan, pengawalan, dan pemantauan oleh berbagai pihak," kata Aher usai melakukan Komando Gerakan Tanam Serentak Musim Tanam 2015-2016 untuk tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung
Barat.

Program tersebut membuat lahan sawah itu ditanami padi hingga 2,1 juta hektare setiap tahun. Intensitas pertanaman (IP) Jawa Barat sebesar 2,15 kali atau tertinggi dibanding nasional sebesar 1,7 kali. Di sisi lain, produktivitas padi Jawa Barat dapat meningkat sebesar 5,9 ton/ha atau di atas produktivitas nasional sebesar 5,1 ton/ha, sehingga Jawa Barat tetap menjadi kontributor padi nasional sebesar 17 persen. Selain itu, luas panen tetap ditargetkan sebesar 1,94 juta ha dengan produktivitas 62 gabah kering per ha. Selain karena program intensifikasi, hujan juga mulai turun dengan puncaknya terjadi pada Januari dan Februari 2016 versi BMKG.

Aher melanjutkan, gerakan tanam serentak hari ini yang juga didukung TNI dan Polri bertujuan mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Menurut dia, gerakan tanam serentak ini memiliki fungsi lain selain untuk meningkatkan produksi padi dan swasembada pangan.

"Tanam serentak ini punya fungsi yang baik, pertama mudah untuk mengukur berapa padi yang ditanam dan padi yang akan dipanen. Kedua, mudah mengantisipasi hama penggangu tanaman," ujar dia.

Gubernur Jabar menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang tahun ini tidak melakukan impor beras. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena pada tahun ini Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional, serta kebijakan impor beras yang saat ini hanya bisa dilakukan oleh pihak Bulog.

"Petani harus dibela terus menerus dan harus dirumuskan kesejahteraan bagi para petani. Ketahanan pangan itu ada manakala ada ketahanan pertanian juga," kata Aher.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat Diden Trisnadi mengatakan, gerakan tanam padi untuk musim tanam 2015-2016 ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kabupaten di Jawa Barat, terutama di daerah timur dan pantura, seperti Kabupaten Subang, Indramayu, dan Karawang.

 


(TTD)

ICW: Vonis Novanto tak Bikin Jera

ICW: Vonis Novanto tak Bikin Jera

12 minutes Ago

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Tama S. Langkun, hukuman Novanto tak memb…

BERITA LAINNYA