Pemerintah Tarik Pinjaman Rp2,07 Triliun untuk Infrastruktur

   •    Senin, 07 Dec 2015 16:47 WIB
utang luar negeriinfrastruktur
Pemerintah Tarik Pinjaman Rp2,07 Triliun untuk Infrastruktur
Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menarik pinjaman luar negeri sekitar USD150 juta atau setara Rp2,07 triliun yang khusus digunakan untuk membantu pendanaan persiapan proyek-proyek infrastruktur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan, pinjaman itu akan melengkapi anggaran yang sudah disiapkan pemerintah untuk membereskan segala tahapan persiapan proyek 2016 di akhir tahun ini. Tahapan persiapan proyek itu antara lain studi kelayakan, desain rekayasa teknis, pembebasan tanah, dan kelengkapan dokumen proyek.

"Kita pinjam dulu bagian dari uang yang seluruhnya disiapkan untuk persiapan proyek. Sudah ada komitmen USD150 juta untuk project preparation," ucapnya, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (7/12/2015).

Dengan optimalnya persiapan proyek, lanjutnya, pelaksanaan dan pengerjaan fisik proyek tersebut akan sesuai jadwal. Sehingga akan mendorong dimulainya penyerapan belanja modal pemerintah yang ditargetkan di awal tahun.

Selain itu, kata dia, untuk proyek non-APBN, lembaga kreditur dan swasta dapat lebih yakin untuk bekerja sama dalam pendanaan. "Makanya, penyerapan itu mudah-mudahan tidak jadi kendala lagi," ujarnya.

Sofyan menegaskan, persiapan proyek infrastruktur menjadi fokus pemerintah saat ini. Hingga awal Desember 2015 ini, dia mengklaim, kementerian teknis infrastruktur masih bekerja keras untuk menuntaskan persiapan proyek infrastruktur.

"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, misalnya, sudah menuntaskan 1.600 paket dan itu siap dilelang," pungkas dia.



(ABD)