Dua Kakak Beradik Korban Kecelakaan KRL vs Metromini Dimakamkan di Cilacap

Antara    •    Senin, 07 Dec 2015 17:44 WIB
kecelakaan kereta api
Dua Kakak Beradik Korban Kecelakaan KRL vs Metromini Dimakamkan di Cilacap
Foto: Kondisi metromini yang terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter line di Stasiun Muara Angke/MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Cilacap: Dua dari belasan jenazah korban tabrakan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dengan Metromini B80 di Angke, Jakarta, dimakamkan di Desa Banjarwaru, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin 7 Desember. Kedua korban yakni Melisa Dewi dan Elisah merupakan kakak beradik.

Kedatangan dua jenazah disambut haru keluarga dan ratusan pelayat di kampung halaman. Bahkan suami almarhumah Melisa, Kasto tampak tak kuasa menahan kesedihan hingga pingsan ketika melihat jenazah istrinya.

Saat ditemui wartawan, ibunda korban, Turiyah mengatakan kedua putrinya itu sering pulang ke rumah di sela kesibukan mereka bekerja di Jakarta. "Mereka terakhir pulang setengah bulan lalu saat Melisa menikah. Kemarin, saya dikabari saudara kalau ada kecelakaan. Saya kehilangan dua anak," kata Turiyah di rumah duka di Desa Banjarwaru, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (7/12/2015).

Melisa merupakan pengantin yang baru menikah dengan Kasto pada 19 November 2015. Rencananya, Kasto akan menemui Melisa pada Senin ini di Jakarta.

"Hari Minggu (6/12/2015), saya dikabari keluarga, katanya Eli (Elisah) sudah meninggal dunia, Meli (Melisa) kritis. Kami komunikasi terakhir lewat SMS, malam Minggu," kata dia.

Selain Melisa dan Elisah, pamannya juga menjadi korban kecelakaan KRL itu. Saat itu, mereka sedang dalam perjalanan pulang usai menghadiri sebuah acara. Setelah disalatkan, jenazah Melisa Dewi dan Elisah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Banjarwaru.

Seperti diberitakan, sebuah KRL Commuter Line tujuan Kampung Bandan-Duri menabrak sebuah metromini B80 jurusan Kalideres-Grogol di perlintasan kereta api di kawasan Angke, Jakarta Barat, Minggu 6 Desember 2015. Kecelakaan diduga akibat sopir metromini bernomor polisi B 7760 menerobos palang pintu perlintasan kereta api. Akibatnya, 18 orang meninggal dunia dan enam orang luka-luka. Korban dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras, RS Tarakan, dan RS Atmajaya, Jakarta.


(TTD)