Komisioner KIP: Tidak Ada Alasan Hukum Sidang MKD Tertutup

Krisiandi    •    Senin, 07 Dec 2015 18:23 WIB
pencatut nama presiden
Komisioner KIP: Tidak Ada Alasan Hukum Sidang MKD Tertutup
Gedung DPR/MPR. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang menghadirkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai terlapor berlanngsung tertutup. Hal tersebut mengundang reaksi publik. 

Komisioner Komisi Informasi Publik Rumadi Ahmad beranggapan perubahan sidang yang semula terbuka dan tiba-tiba menjadi tertutup saat memeriksa Novanto merupakan bentuk pembatasan hal masyarakat untuk tahu atas apa yang terjadi dalam sidang MKD. 

Hal ini, kata dia, sekaligus meruntuhkan harapan publik untuk bisa mengontrol dan mengawasi apa yang terjadi dalam sidang MKD.

"Sebenarnya tidak ada alasan hukum yang cukup untuk menutupi informasi yang terjadi dalam sidang MKD. Sidang ini bukan terkait dengan tindakan asusila yang tidak layak diketahui publik," papar Rumadi melalui keterangan tertulis, Senin (7/12/2015).

Menurutnya, jika menghormati hak rakyat untuk tahu seperti dijamin dalam UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, maka publik akan memberi kepercayaan pada MKD. Namun dalam kasus ini, MKD menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih kepercayaan publik. 

"Tapi justru mengkhianatinya," lanjut dia.

Rumadi menuturkan MKD merupakan cermin DPR yang seharusnya bisa menjaga kehormatan lembaga legislatif. Namun harapan itu terkubur. "DPR belum berubah tabiatnya dan tidak pro dengan keterbukaan informasi," ujarnya. 

Seperti diketahui sidang MKD hari ini yang memeriksa terlapor Setya Novanto diputuskan berlangsung tertutup. Padahal sebelumnya, saat meminta keterangan saksi Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Direktur Utama Maroef Sjamsoeddin, sidang berlangsung terbuka.  


(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA