PLN Raih Pinjaman USD600 Juta dari ADB

Annisa ayu artanti    •    Senin, 07 Dec 2015 19:21 WIB
pln
PLN Raih Pinjaman USD600 Juta dari ADB
Illustrasi. ANT/Adhad Zakaria.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan telah menerima pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) sebesar USD600 juta untuk pengembangan jaringan transmisi dan distribusi di Sumatera dengan jaminan Pemerintah.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Nicke menjelaskan, PLN akan menggunakan dana pinjaman ini untuk mengembangkan dan memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan Sumatera, sekaligus memperluas penetrasi jaringan tenaga listrik dalam mendukung implementasi program pembangunan pembangkit tenaga listrik 35.000 mw.

"Pemberian jaminan Pemerintah pada direct lending ini sangat membantu PLN dalam merealisasikan program 35.000 mw. Dana pinjaman akan digunakan untuk membangun jaringan transmisi dan distribusi di Sumatera, sehinga dapat meningkatkan rasio elektrifikasi," ujar Nicke Widyawati seperti dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Lalu, Nicke menjelaskan dana tersebut akan dialokaasikan untuk lingkup program meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Tinggi (TT) sepanjang 19.305 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 18.200 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 19.300 kms, dan trafo sebesar 6.987 Mega Volt Ampere (MVA).

Nicke juga mengatakan, program 35.000 mw memerlukan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi untuk memasok listrik kepada seluruh pelanggan. Dengan skema pinjaman langsung dengan jaminan Pemerintah yang berbasis hasil ini merupakan salah satu terobosan untuk menjawab kebutuhan pendanaan bagi PLN dalam membangun infrastruktur transmisi dan distribusi.

"Pinjaman langsung dengan jaminan Pemerintah berbasis Hasil ini, merupakan yang pertama di Indonesia, dan pertama di dunia untuk sektor energi. Setelah berjalan di Sumatera, PLN dan ADB berencana untuk memperluas cakupan ke sistem kelistrikan Indonesia Bagian Timur, Indonesia Bagian Tengah, dan Jawa-Bali," jelas dia.

Dengan demikian, PLN secara bertahap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Untuk Implementasi proyek awal akan berlangsung selama 5 tahun yakni 2015-2019 dan akan dilakukan monitoring indikator kinerja yang menentukan besaran penyerapan pinjaman (Result-Based Lending).


(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA