Bantahan-Bantahan Novanto di Sidang MKD

Krisiandi    •    Senin, 07 Dec 2015 20:08 WIB
pencatut nama presiden
Bantahan-Bantahan Novanto di Sidang MKD
Setya Novanto. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto, sebagai terlapor, membantah seluruh dalil dan tuduhan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, yang berstatus pelapor, kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden. Bantahan disampaikan Novanto di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan. 

"Saya menyatakan keberatan dan menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil dan tuduhan-tuduhan dalam butir satu sampai dengan butir enam laporan pengadu yang dituduhkan kepada saya secara serampangan, tidak sesuai fakta dan tidak sesuai undang-undang yang berlaku sebagaimana diuraikan dalam laporan pengadu," papar Novanto seperti yang tertulis dalam salinan pembelaan diri Novanto yang didapat Metrotvnews.com, Senin (7/12/2015). 

Berikut bantahan-bantahan Novanto:

Bantahan terhadap butir 1:

Saya, Setya Novanto, tidak pernah memanggil Pimpinan PT Freeport Indonesia melainkan saya yang diminta oleh saudara Maroef Sjamsoeddin selaku pimpinan PT Freeport Indonesia untuk bertemu pertama kalinya di kantor saya, di Gedung Nusantara III, DPR RI. 

Bantahan terhadap butir 2

Saya, Setya Novanto, tidak pernah menjanjikan penyelesaikan kontrak PT Freeport Indonesia dan tidak pernah meminta PT Freeport Indonesia memberikan saham yang disebutnya akan diberikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Bantahan terhadap butir 3

Saya, Setya Novanto, selalu mengutamakan kepentingan nasional Republik Indonesia secara transparan dan tidak pernah bertindak yang merugikan kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia. 

Bantahan terhadap butir 4

Saya, Setya Novanto, tidak pernah menjanjikan suatu keputusan kepada pimpinan PT Freeport Indonesia (Maroef Sjamsoeddin) dan saya tidak pernah meminta saham dalam bentuk apa pun kepada Pimpinan PT Freeport Indonesia. 

Saya dengan tegas menyatakan bahwa saya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti yang dituduhkan oleh Saudara Pengadu Sudirman Said selaku Menteri ESDM. 

Fakta bahwa saya, Setya Novanto tidak pernah meminta saham PT Freeport Indonesia kepada Saudara Maroef Sjamsoeddin jelas-jelas telah diakui sendiri oleh Saudara Maroef Sjamsoeddin dalam kesaksiannya di muka persidangan MKD yang terhormat ini. 

Bantahan terhadap butir 5

Saya, Setya Novanto, selalu menjaga kehormatan DPR RI dan selalu mengambil langkah-langkah yang profesional dalam menjaga kehormatan, keluhuran dan martabat DPR RI.

Bantahan terhadap butir 6

Saya, Setya Novanto, tidak pernah menjadi pemburu rente, dan tidak pernah menggunakan kekuasaan dan pengaruh untuk mengambil keuntungan pribadi bahkan sebaliknya saya selalu menjaga agar tercipta situasi yang kondusif, agar iklim investasi menjadi terjamin dengan daya saing ekonomi yang rasional. 


"Bahwa bantahan terhadap laporan pengadu dari butir satu sampai dengan butir enam di atas merupakan pembelaan saya, Setya Novanto atas tuduhan saudara pengadu selaku Menteri ESDM yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta," kata Novanto.

Novanto juga menyebut laporan Sudirman tidak memiliki bukti yang sah sebagaimana diatur dalam undang-undang yang berlaku. Lagipula, lanjut bekas Bendahara Umum Partai Golkar itu, Sudirman tak pernah bertemu dirinya. 

"Hanya mendengar dari pihak ketiga yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Novanto. 

Pembelaan tertulis Novanto terdiri dari 12 halaman, ditandatangani dirinya sendiri dan dilampiri Materai Rp6.000.    



(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA