Sidang MKD Dinilai Antiklimaks

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 08 Dec 2015 08:20 WIB
pencatut nama presiden
Sidang MKD Dinilai Antiklimaks
Ilustrasi--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menghadirkan teradu, Ketua DPR Setya Novanto. Bebeda dengan dua sidang lainnya, sidang tersebut digelar secara tertutup.

MKD dinilai merusak harapan publik Indonesia terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas persidangan. "Padahal harusnya terbuka kan. Publik punya peluang untuk mengonfirmasi. Tapi faktanya, terjadi antiklimaks. Anomalinya banyak," kata Pengamat Politik Tracking Indonesia Hanta Yuda, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Padahal dalam sidang sebelumnya, MKD berani menggelar sidang secara terbuka. Dimulai saat pengadu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan saksi, Presiden PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Hanta menduga, telah terjadi perjanjian-perjanjian politik di dalam antara MKD dengan teradu. Hanta menuding, sejumlah Anggota MKD yang selama ini dianggap menuntut Novanto mengakui kesalahannya, tiba-tiba balik badan atau masuk angin.

"Sidang kali ini, harusnya ruang bagi beliau (Novanto) klarifikasi. Tapi ini tertutup dan ini mengindikasikan masalah," tukas dia.

Hanta berharap, MKD tidak terjebak dengan intrik yang ada. Bagi dia, kebenaran harus diungkapkan dan ketika sidang dilakukan tertutup, tudingan Novanto bersalah tidak bisa dihilangkan. Sebab, keterbukaan di MKD, kini menjadi sesuatu yang langka bahkan tidak pernah ada dalam mengadili etika seorang Novanto.

"Harusnya terbuka. Yang salah kasih sanksi, bukan trik atau intrik untuk mengamankan Novanto," tegas dia.

Novanto membantah berbagi tudingan yang dialamatkan kepadanya. Novanto merasa menjadi korban dan nama baiknya dirusak secara sistematis. Secara tidak langsung, kata Novanto, kondisi ini merusak harkat dan martabatnya selaku pribadi maupun sebagai anggota DPR.

"Saya mohon kepada Yang Mulia dan kepada masyarakat Indonesia hendaknya tidak terbawa opini yang menyesatkan yang merugikan saya. Namun, mari sama-sama kita renungkan, kebenaran sesungguhnya dari apa yang terjadi di balik peristiwa ini," kata Novanto seperti yang tertulis dalam salinan nota pembelaan diri yang dibacakan di hadapan majelis MKD di DPR, Senin (7/12/2015).

Di akhir pembelaan, Novanto memohon majelis menolak aduan Sudirman Said. Alasan Novanto, lantaran Sudirman selaku menteri ESDM tidak memiliki legal standing.

Dia juga memohon MKD menyatakan alat bukti rekaman yang diajukan Sudirman Said tidak sah. "Tiga, menyatakan Saudara Setya Novanto tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik," kata Novanto. "Atau bilamana yang mulia berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya."

Pembelaan tertulis Novanto di sidang MKD terdiri dari 12 halaman, ditandatangani sendiri dan dilampiri meterai Rp6.000.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA