Telkom Jual Treasury Stock ke Bahana Securities

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 08 Dec 2015 08:37 WIB
telkom
Telkom Jual <i>Treasury Stock</i> ke Bahana Securities
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menjual sisa saham simpanan (treasury stock) hasil pembelian kembali (buy back) di pasar. Adapun pihak pembeli saham tersebut yakni PT Bahana Securities.

VP Investor Relations Telekomunikasi Indonesia Andi Setiawan mengatakan, saham simpanan tersebut akan dijual di pasar negosiasi. Penjualan akan dilakukan dengan cara block trade.

"Dalam aksi korporasi ini, pembeli adalah Bahana Securities yang terafiliasi, baik langsung maupun tidak akan dikendalikan yang sama," kata Andi ‎seperti mengutip laporannya di keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Dia menguraikan, selama ‎periode 20 Juni 2008 hingga 20 Desember 2009, TLKM telah melakukan buy back sahamnya sebanyak 321,42 juta sahamnya di pasar. Jumlah itu setara dengan 64,28 juta saham sebelum stock split pada 2 September 2013 lalu. Saham yang di buy back adalah saham seri B yang diakukan oleh Bahana Securities sebagai perantara pedagang efek.

Saham hasil buy back itu akhirnya dialihkan kembali dengan melaksanakan Employee Stock Option Plan (ESOP). Berdasarkan hal tersebut, perseroan telah mengalihkan saham simpanan 299,05 juta lembar (59,81 juta lembar sebelum stock split) melalui program kepemilikan saham karyawan Telekomunikasi Indonesia.

"Dengan begitu, masih ada sisa dari program buy back sebanyak 22,3 juta saham yang wajib dialihkan. Perseroan punya tenggat waktu hingga 22 Desember 2015 untuk menjual sisa saham simpanan itu," ungkap dia.

Perseroan berencana menjual kembali sisa saham simpanan degan cara block trade dan crossing di pasar negosiasi. Penetapan harga penjualan treasury stock ini akan berasal dari harga penutupan perdagangan saham TLKM satu hari sebelum transaksi pengalihan tersebut.

"Harga itu lebih tinggi dari harga rata-rata buy back perseroan dan harga rerata penutupan perdagangan harian selama 90 hari terakhir," pungkas Andi.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA