700 Ribu Ekor Sapi Impor Siap Didatangkan Tahun Depan

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 08 Dec 2015 10:59 WIB
kementan adsimpor sapi
700 Ribu Ekor Sapi Impor Siap Didatangkan Tahun Depan
Ilustrasi. (FOTO: Antara/SIGID KURNIAWAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah membuka keran impor sapi di awal 2016 untuk memenuhi kebutuhan dan pasokan daging dalam negeri selama satu tahun. Pemerintah pun telah menghitung kuota sapi impor yang siap didatangkan ke Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan perhitungan sementara yang akan didatangkan yakni sebanyak 600 ribu hingga 700 ribu ekor sapi.

"Kita masih menghitung jumlah kuota untuk satu tahun ke depan. ‎Baru kita kalkulasi, kisarannya di 600.000-700.000 ekor," kata Amran di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, ditemui usai Rapat koordinasi, Senin (7/12/2015) malam.

Untuk mengantisipasi kedatangan sapi luar tahun depan, Kementan pun tengah menyiapkan dan mempercepat penyelesaian pembangunan Pulau Naduk di Bangka untuk pusat karantina sapi impor. Karena, impor sapi tak hanya dari negara yang sudah bebas penyakit hewan.

"Pulau karantina akan kita percepat. Mudah-mudahan bisa tahun depan. Lebih cepat lebih baik," ujarnya.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (UU Peternakan), Indonesia dimungkinkan mengimpor sapi dengan sistem zone based (belum 100 persen bebas penyakit) dalam kondisi tertentu, bukan hanya dengan country based (bebas 100 persen di satu negara) seperti yang berlaku selama ini.

Sistem zone based memperbolehkan impor sapi dari ‎dari negara yang belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). Berbeda dengan country based yang hanya membuka impor dari negara-negara yang sudah terbebas dari PMK.

Dengan sistem zona based, Indonesia bisa mengimpor sapi dari negara-negara produsen sapi seperti India, Argentina, Brasil, dan sebagainya. Sementara dengan sistem country based, Indonesia hanya bergantung pada dua negara, yaitu Australia dan Selandia Baru.

UU Peternakan ‎menyaratkan adanya pulau karantina untuk impor dengan zone based. Pulau karantina ini untuk memeriksa kesehatan sapi-sapi impor supaya tidak terjadi penyebaran penyakit seandainya ada sapi impor yang terjangkit PMK.

Saat ini, Kementan telah menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk penetapan pulau karantina. Setelah aturan disahkan, pembangunan pulau karantina bisa langsung dikebut. "Sudah ditandatangani RPP-nya. Kami sudah kirim ke Pak Menko (Darmin Nasution)," ujar Amran.

Selain itu, Amran menambahkan, untuk menjaga stabilitas harga daging sapi utamanya untuk kebutuhan yang sangat besar di DKI Jakarta, pada 11 Desember satu kapal siap didatangkan dari NTT. "Mudah-mudahan bisa membuat harga rendah (Rp75.000/kg), satu kapal, tadi malam sudah berangkat," jelas Amran.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA