Kuasa Hukum Novanto Hormati Langkah MKD yang Akan Uji Rekaman

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 08 Dec 2015 11:11 WIB
pencatut nama presiden
Kuasa Hukum Novanto Hormati Langkah MKD yang Akan Uji Rekaman
Kuasa Hukum Novanto, Firman Wijaya--Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) meminta Mabes Polri melakukan uji forensik terhadap alat bukti rekaman terkait kasus yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Kuasa Hukum Novanto, Firman Wijaya menghormati langkah MKD tersebut.

"Kita menghormati apa saja langkah yang dilakukan MKD," kata Firman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Kendati demikian, Firman berharap Mabes Polri dapat memahami duduk perkara terkait adanya rekaman tersebut. Sebab, bagi Firman, pihaknya meragukan keabsahan alat bukti tersebut.

"Kalau itu pengujian forensik alat bukti rekaman, tidak saja menyangkut kebenaran isi, tapi juga motif perekaman," tukas Firman.

Dalam pengujian forensik tersebut, Firman meminta Mabes Polri mendatangkan ahli terkait penyadapan. Hal itu untuk menemukan pendalaman terkait keabsahan perolehan alat bukti dan legalitas pemilik alat bukti. "Itu bisa menentukan sadapan atau rekaman," tukas dia.

Mahkamah Kehormatan Dewan meminta Mabes Polri melakukan uji forensik rekaman pencatutan nama Presiden, setelah MKD mendapatkan handphone milik Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoedin yang kini berada di tangan Kejagung.

"Kita Minta Mabes polri lakukan uji forensik," kata Ketua MKD Surahman, di ruang MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 7 Desember.

Surahman mengaku melakukan uji forensik untuk memastikan keabsahan rekaman tersebut. "Pengakuan terhadap keabsahan kan masih tanda tanya. Oleh karena itu memerlukan orisinalitas audit forensik," ujar Surahman.

 PT Freeport Indonesia menyerahkan salinan tanda terima dari Kejaksaan Agung atas barang bukti handphone berisi rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan Pengusaha Riza Chalid.

Hal itu menyusul pada sidang sebelumnya yang menghadirkan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsudin diminta untuk menunjukkan telepon genggam yang digunakan untuk merekam percakapannya dengan Ketua DPR, Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid.

"Kami PT Freeport Indonesia menyerahkan kepada MKD salinan tanda terima dari Kejaksaan Agung atas barang bukti handphone berisi rekaman pembicaraan," kata Staf penghubung PT Freeport Indonesia untuk Parlemen Anas Mulyanto dalam kesempatan terpisah.

Anas menyebut, handphone milik Maroef kini masih ditangan Kejaksaan Agung sejak Kamis pekan lalu. "Handphone tersebut telah berada dalam penguasaan Kejaksaan Agung sejak tanggal 3 Desember 2015," ujar dia.


(YDH)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA