Wakil Ketua MKD Tak Peduli Jokowi Marah

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 08 Dec 2015 13:47 WIB
pencatut nama presiden
Wakil Ketua MKD Tak Peduli Jokowi Marah
Sufmi Dasco Ahmad (kanan) bersama dua pimpinan MKD. Foto: MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo geram saat merespons sidang Mahkamah Kehormatan Dewan yang menghadirkan Ketua DPR Setya Novanto berlangsung tertutup. Jokowi murka karena Novanto adalah sosok yang diduga kuat sudah mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden.    

Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad menuturkan amarah presiden tak berpengaruh terhadap kerja MKD. "Kita tidak terpengaruh terhadap opini yang berkembang, mau dari mana pun, termasuk dari presiden," kata Sufmi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Sufmi mengatakan, pihaknya akan terus bekerja mengusut kasus Setya Novanto hingga tuntas. Proses selanjutnya setelah memeriksa Novanto, MKD meminta rekaman asli yang terdapat dalam ponsel Direktur Utama Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Rekaman tersebut kini ada di Kejaksaan Agung. Ponsel akan diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri guna ditelusuri keasliannya. 

Setelah hasil uji forensik didapat, MKD berencana memanggil pihak yang berkompeten. Bahkan tidak menutup kemungkinan mengundang kembali pihak yang sudah diperiksa. 

Seperti diketahui, dalam kasus ini, MKD sudah memeriksa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said sebagai pengadu serta Maroef Sjamsoeddin. Keduanya memberikan keterangan secara terbuka. 

Presiden Jokowi murka lantaran, nama baiknya dicatut dalam urusan permintaan saham Freeport Indonesia. Jokowi menyebut kasus ini terkait dengan etika, moralitas, dan wibawa lembaga negara. 

"Saya enggak apa-apa dikatakan presiden gila, presiden sarap, presiden kopeg (keras kepala). Tapi sudah mencatut saham 11 persen, itu yang saya tidak mau. Ini masalah kepatutan, masalah etika, moralitas, dan itu masalah wibawa," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 7 Desember.


(KRI)