Kejati DIY Hentikan 7 Kasus Selama 2015

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 08 Dec 2015 15:04 WIB
kejaksaan
Kejati DIY Hentikan 7 Kasus Selama 2015
Foto: Asisten Bidang Intelijen Kejati DIY, Joko Purwanto (kiri) saat menyampaikan laporan kinerja lembaganya/MTVN_Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan tujuh Surat Perintah Penghentikan Penyidikan (SP3) selama 2015. SP3 itu diterbitkan lantaran kasus tak memiliki bukti yang cukup.

Asisten Bidang Intelijen Kejati DIY Joko Purwanto mengatakan, kasus yang ditutup itu di antaranya dugaan korupsi dana hibah Persiba Bantul yang menjerat bekas Bupati Bantul Idham Samawi dan bekas Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edy Bowo Nurcahyo.

"Kejati tak bisa meneruskan kasus kalau alat buktinya tak cukup," kata Joko Purwanto saat memaparkan laporan kinerja Kejati DIY, Selasa (8/12/2015).

Joko mengatakan, Kejati DIY sampai saat ini masih melakukan penyelidikan tiga kasus tindak pidana dan satu kasus yang akan dinaikkan ke tahap penyidikan. "Kami (Kejati DIY) juga sudah menangai delapan kasus tindak pidana yang sudah sampai putusan," ujarnya.

Joko mengklaim, Kejati DIY mengklaim menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp884.058.879. Selain itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) tingkat kabupaten juga mengklaim menyelamatkan keuangan negara senilai Rp202 juta, dengan rincian Kejari Sleman Rp52 juta; Kejari Bantul Rp100 juta; dan Kejari Wates Kulon Progo Rp50 juta.

"Jumlah keseluruhan Rp1.086.058.879," kata dia.

Terpisah, Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Fariz Fachriyan menyayangkan keputusan Kejati DIY yang mengeluarkan SP3 kasus pidana korupsi yang melibatkan pejabat. Ia meminta Kepala Kejati DIY tidak membiasakan penerbitan SP3 di Yogyakarta.


(TTD)