Tugas Pertama Pembangkit Terapung Sinari Amurang

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Dec 2015 18:21 WIB
pln
Tugas Pertama Pembangkit Terapung Sinari Amurang
kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP). MTVN/Annisa Ayu

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) bersama Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ESDM Sudirman Said hari ini menugaskan kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) 'Karadenz Powership Zaynep Sultan berangkat menuju Amurang, Sulawesi Selatan untuk mengatasi defisit listrik.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir, mengatakan Amurang saat ini mengalami defisit listrik yang sangat parah yakni sekitar 50 sampai 60 megawatt (mw). Dia mengaku, PLN sudah melakukan pemadaman empat sampai enam jam setiap hari karena defisit tersebut.

"Di sana sekitar 50-60 mw. Itu belum pemasok baru pelanggan baru yang sudah dua tahun mau pasok listrik, bangun rumah tapi tidak ada listrik. Pemadaman sudah dilakukan empat  sampai enam jam setiap hari," ungkap Sofyan, saat konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Sofyan menuturkan, dengan diberangkatkannya kapal tersebut akan memasok kebutuhan listrik di Amurang. Bila dicatat, keberadaan kapal ini pun dapat menghemat Rp350 miliar per tahun.

"Karena pemadamannya terlalu besar. Defisit terlalu besar. Menghemat Rp350 miliar per tahun hanya untuk Amurang saja," kata Sofyan.

Lebih lanjut, Sofyan mejelaskan, kapal ini di Amurang hanya sebagai jembatan pasokan listrik selama PLTU Amurang dalam masa konstruksi yakni sekitar tiga tahun. Setelah PLTU Amurang beroperasi, kapal ini akan pindah ke daerah lain yang mengalai defisit listrik.

"Ini (kapal) hanya menjembatani sampai PLTU kami jadi. Tiga tahun lagi. Kontrak ini tidak terikat. Selesai Amorang pindah daerah lain," pungkas dia.


(SAW)